Hanya 1.025 Pria di Batanghari Ikut Program KB, Dinas Kesehatan Akan Lebih Aktif Sosialisasi

Beragam alat kontrasepsi untuk pria kini tersedia. Akan tetapi faktanya di Kabupaten Batanghari jumlah pria yang mengakses pelayanan KB masih sedikit.

Hanya 1.025 Pria di Batanghari Ikut Program KB, Dinas Kesehatan Akan Lebih Aktif Sosialisasi
ilustrasi/net
KB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pengendalian jumlah anak dengan program Keluarga Berencana (KB) sebenarnya tak hanya diperuntukkan bagi perempuan. Akan tetapi saat ini kaum pria pun juga memiliki andil yang sama.

Beragam alat kontrasepsi untuk pria pun kini tersedia. Akan tetapi faktanya di Kabupaten Batanghari jumlah pria yang mengakses pelayanan KB masih terbilang sedikit.

Bagaimana tidak pada tahun 2018 lalu, dari Januari hingga Desember dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) 45.384 tersebut hanya 1.025 pria yang ikut menjadi peserta KB. Adapun KB yang digunakan yakni vasektomi dan kondom.

Hal ini seperti apa yang disampaikan oleh Kabid Pengendalian Penduduk Data dan informasi pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Nirmawati, S.Pd.I saat dikonfirmasi, Senin (8/4).

Baca: TUK Indonesia Sebut 25 Grup Taipan Sawit Bermain di Pemilu 2019

Baca: Tolak Balak, Warga Tanjab Timur Jambi Lakukan Tradisi Ratib Saman, Keliling Kampung Sambil Tahlilan

Baca: Pemilu 2019, Sekda Minta Da’i Ikut Cegah Kemungkaran: Jangan Jual Harga Diri dengan Uang Sogokan

Baca: Lelang Kendaraan Dinas Provinsi Jambi Akan Dimulai, Ada Mobil Lexus Tunggangan Alm Zulkifli Nurdin

Baca: Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMP, BNN Kota Jambi Berikan Tips untuk Hindari Narkoba

"Jumlah peserta aktifnya 1.025 tersebut. Pada tahun 2018 lalu, akseptor KB pria segitu. Metode Operasi Pria (MOP) hanya 62 orang saja. Sedikit memang jika dibandingkan dengan Metode Operasi Wanita (MOW)," katanya.

"Untuk tahun ini target peserta KB baru ada empat peserta," imbuhnya.

Menurut Nirmawati, MOP adalah KB mantap bagi kaum pria dengan memutuskan saluran sperma atau lebih dikenal dengan vasektomi.

Hal ini boleh dilakukan bila memang pria tersebut benar- benar tidak ingin mempunyai anak lagi dan sudah mendapat persetujuan istri.

"Untuk menaikkan partisipasi laki- laki dalam pengendalian angka kelahiran di tahun ini, kami akan menaikkan KIE dan sosialisasi KB pria lebih intens lagi," katanya.

Dikatakannya lagi, sosialisasi tersebut akan dilakukan secara intensif agar peminta peserta KB pria lebih banyak lagi.

"Sasaran melalui kelompok KB pria, ini dilakukan agar perempuan juga mempunyai alternatif untuk tidak ber-KB," jelasnya.

Hal ini juga menjadi solusi jika perempuan sakit atau alergi terhadap alat kontrasepsi.

"Maka KB pria vasektomi bisa menjadi solusi," tandasnya.

Baca: Fasha Akan Jembatani Penjual Bubur dan Kuliner Khas Jambi untuk Investasi di Singapura

Baca: Rapat Forum CRS, Maulana Sindir Baru 70 Pengusaha di Kota Jambi yang Keluarkan Dana CSR

Baca: Tiga Bulan, Polres Muarojambi Tangkap 15 Pengedar Sabu, Barang Haram Disuplai dari Pulau Pandan

Baca: Arab Saudi Terapkan Aturan Baru, Perekaman Biometerik 1.300 Calon Jamaah Haji Jambi Dikebut

Baca: Bupati Masnah Sebut Dinas PU Muarojambi Tak Miliki Data Jalan Rusak, Yultasmi Langsung Angkat Bicara

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved