Kadis PUPR Muarojambi Tanggapi Jembatan Sambiyo yang Retak, Yultasmi: 'Sudah Seharusnya Retak'

Menurut Yultasmi, keretakan yang terjadi pada bagian sambungan atau bagian Join antara badan jembatan dan bagian ofrid memang dirancang retak.

Kadis PUPR Muarojambi Tanggapi Jembatan Sambiyo yang Retak, Yultasmi: 'Sudah Seharusnya Retak'
tribunjambi/syamsul bahri
Retakan yang terjadi di Jembatan Sambiyo, padahal jembatan baru beroperasi pada 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kepala Dinas PUPR Muarojambi, Yultasmi, angkat bicara soal retaknya jembatan Sungai Sambiyo di Desa Talang Datar (Unit VI), Kecamatan Bahar, Kabupaten Muarojambi. Yultasmi menyebutkan, kalau keretakan pada jembatan tersebut memang sudah seharusnya retak.

"Masalah jembatan Sambiyo itu sudah ditindaklanjuti. Bila pekerjaan ini masih dalam masa pemeliharaan dan ditemukan adanya kerusakan, maka rekanannya akan kita suruh perbaiki," sebutnya, belum lama ini.

Baca: Hujan Seperti Kubangan, Panas Debu Beterbangan, Ini Kondisi Jalan Desa Teluk Sialang

Baca: Silaturahmi, Pemkab Muarojambi Gelar Pisah Sambut Dandim 0415/Batanghari

Menurut Yultasmi, keretakan yang terjadi pada bagian sambungan atau bagian Join antara badan jembatan dan bagian ofrid memang dirancang retak. Ia mengatakan bahwa Itu memang dirancang sebagaimana layaknya pembangunan jembatan pada umumnya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim tekhnis kita, keretakan itu memang seharusnya retak. Karena berada pada sambungan jembatan dan ofrid yang memang bisa bergerak sesuai dengan fungsinya," tuturnya.

Sementara, berdasarkan pantauan Tribunjambi.com di lapangan beberapa waktu lalu, keretakan tersebut terjadi pada bagian bahu dari Offrid jembatan itu, bukan pada bagian sambungan yang disampaikan Yultasmi. Selain itu, keretakan yang terjadi tak hanya di bagian permukaan, namun hingga ke bagian bawah jembatan tersebut.

Pemiliik kebun duku, menunjukkan pohon duku milinya yang sudah kering karena diserang hama
Pemiliik kebun duku, menunjukkan pohon duku milinya yang sudah kering karena diserang hama (tribunjambi/syamsul bahri)

Sebelumnya diberitakan bahwa Jembatan Sungai Sambiyo Desa Talang Datar (Unit VI) di duga dibangun secara asal-asalan. Sebab, jembatan yang dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Muarojambi Tahun Anggaran 2017 dengan anggaran sebesar Rp4,2 milliar sudah mulai mengalami keretakan. Padahal jembatan tersebut baru beroperasi awal tahun 2018 lalu.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan Sambiyo itu dikerjakan oleh PT Belimbing Sriwijaya. Kemudian, untuk pengawasan jembatan Sambiyo oleh CV Mitra Desain Arcagraha.

Baca: Galang Dana untuk Saudara-saudara Imlek, PMBJ Jajakan Koran Tribun Jambi

Baca: Alhamdulillah, Akhir Januari, Bonus Atlet Muarojambi yang Raih Emas di Porprov XXII Segera Cair

Baca: Hati-hati Jika Ingin Melintas, Jembatan Kayu di Desa Kuala Dendang Ini Kondisinya Memprihatinkan

Warga setempat mengaku sangat kecewa dengan kondisi pembangunan jembatan tersebut. Dimana, warga pun berharap jembatan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 4.2 miliar itu semestinya bisa tahan lama.

"Masa baru sebulan dilewati sudah retak, bagaimana dengan pengerjaan tersebut. Hal ini yang harus di jelaskan kepada masyarakat," sebut Wawan, warga setempat.(*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved