Hati-hati Jika Ingin Melintas, Jembatan Kayu di Desa Kuala Dendang Ini Kondisinya Memprihatinkan

Jembatan semi permanen sepanjang 24 meter dan lebar 2 meter tersebut, kondisinya sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

Hati-hati Jika Ingin Melintas, Jembatan Kayu di Desa Kuala Dendang Ini Kondisinya Memprihatinkan
tribunjambi/zulkifli
Jembatan di Desa Kuala Dendang, Kabupaten Tanjab Timur ini, membahayakan bagi yang melintas di atasnya 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Jembatan di Desa Kuala Dendang, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Warga yang melintasi jembatan, harus ekstra hati-hati jika tak ingin terjatuh ke dalam sungai.

Jembatan semi permanen sepanjang 24 meter dan lebar 2 meter tersebut, kondisinya sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Sebab, tiang dan gelegar beton yang menjadi penopang beban jembatan sudah banyak yang patah.

Sehingga, kondisi jembatan saat ini miring dan berlekuk. Padahal jembatan itu merupakan akses penghubung terdekat antara dusun yang ada di Desa Kuala Dendang.

Baca: Pembangunan Jembatan Nipah Sadu Pakai Skema Pembiayaan Bappenas Batal, Ini Sebabnya

Baca: Tips dari Maskapai Agar Konsumen Tak Sampai Beli Tiket Kemahalan

Baca: Tim Prabowo-Sandi Bocorkan Satu Pertanyaan yang Bakal Diajukan di Debat Pilpres, Ini Jadwalnya

Samsul, warga Desa Kuala Dendang, saat diwawancarai Tribunjambi.com mengungkapkan kekhawatiranya terhadap kondisi jembatan tersebut. Menurutnya, kondisi jembatan saat ini yang sangat membahayakan bagi warga sekitar maupun warga dari desa lain yang melintasi jembatan itu.

"Kondisi jembatan kita ini seharusnya sudah tidak layak lagi untuk dilalui baik berjalan kaki maupun pakai kendaraan motor. Namun, jembatan ini tetap dilalui iya karena akses jalan terdekat ya di jembatan ini, yang kita kasian itu anak-anak sekolah," katanya Minggu (13/1).

Hal senada juga dikatakan Badriah, warga kelurahan Rantau Indah yang keseharianya sebagai penjual sayuran keliling. Ia mengaku jika melintas di jembatan itu, sangat takut. Namun, hal itu tetap harus dilaluinya mengingat rute jualannya di daerah itu.

Baca: 2018, Satu Desa di Bungo, Dana Desanya Dikembalikan Ke Negara

Baca: Kopi Urutan Ketiga Setelah Karet dan Sawit, Jambi Miliki 3 Jenis Kopi Terbaik Dunia

Baca: Laki-laki yang Melamar Siti Badriah Bertato, Lihat Foto-fotonya, & Momen Saat Cincin Ibunda Dipakai

"Sebenarnya mbak takut juga, tapi mau diapakan lagi memang kita jualan keliling dan memang harus lewat dijembatan itu, ya muda-mudahan tidak terjadi apa-apa," ucapnya.

Selain itu, Badriah menceritakan pengalamannya yang hampir jatuh saat melewati jembatan tersebut mengatakan, kalau dirinya sudah takut untuk melalui jembatan tersebut, meski ia harus menggunakan jalan lain yang jarak tempuhnya jauhnya tiga kali lipat dibandingkan ketika lewat menggunakan jembatan yang hampir ambruk itu.

"Semenjak saya hampir jatuh waktu lewat di jembatan, saya tidak berani lagi lewat disitu, saya malah lewat keliling walaupun sangat jauh yang penting saya tidak lewat dijembatan itu lagi sebelum diperbaiki," ujarnya.

Warga berharap jembatan itu segera diperbaiki, meski sebelumnya jembatan tersebut sempat mendapat perbaikan dari dana tanggap darurat, namun perbaikan itu tidak optimal karena yang diperbaiki hanya beberapa meter saja dan saat ini, bangunan yang tanggap darurat itu pun sudah melengkung ke bawah.

"Kalau kami berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini. Karena jembatan ini merupakan akses penghubung di Desa Kuala Dendang, sebelumnya ada perbaikan di jembatan dari dana tanggap darurat sepanjang kira-kira 12 meter tapi sekarang bangunan itu pun sudah melengkung ke bawah," ungkap Udin, warga desa Kuala Dendang.(*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved