TOPIK
Virus Corona
-
Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, masa karantina untuk WNI atau WNI dari luar negeri harus karantina selama 10 hari
-
Varian baru virus Corona B.1.1.529 atau varian Omicron tetap harus diwaspadai karena cepat menular
-
Varian baru Virus Corona yakni varian B.1.1.529 atau Omicron sudah terdeteksi di 23 negara. Masyarakat Indonesia untuk tetap waspada
-
Varian baru Virus Corona Omicron disebut bisa menular ke penyintas Covid-19. Masyarakat diminta tetap hati-hati dengan varian baru ini
-
Varian baru Virus Corona B.1.1.529 atau Omicron sudah muncul. Masyarakat Indonesia diminta waspada dengan varian baru ini
-
Masyarakata diminta jangan panik dengan munculnya varian Omicron varian baru Virus Corona.
-
Angelique Coetzee penemu varian baru Virus Corona varian Omicron. Dia mengkhawatirkan varian Omicron ini bila kena orang tua dan yang belum divaksin
-
Pemerintah mewaspadai masuknya varian baru Virus Corona yakni varian Omicron ke Indonesia. Warga yang datang dari luar negeri dilarang masuk Indonesia
-
Sudah banyak varian baru Virus Corona yang muncul di Indonesia. Di Provinsi Jambi, sudah ada ratusan kasus varian baru yakni Delta
-
Saat ini muncul varian baru Virus Corona. Varian baru ini disebut lebih genas dari Varian Delta. Masyarakat diminta berhati-hati
-
Menurut Kementerian Kesehatan, mutasi virus Delta sudah banyak turunannya. Untuk itu Kemenkes mewarning agar semuanya waspada
-
Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru saja pulang dari Malaysia dan Singapura langsung diisolasi begitu tiba di Batam. Mereka semua positif
-
Saat ini masih ada penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia. Sekarang ini total sudah kasus Covid-19 saat di Indonesia tercatat sebanyak 4.237.201.
-
Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia akan menghadapi endemi Covid-19 awal 2022. Hal ini dilakukan jika Indonesia mampu melewati hal ini
-
Pemerintah mewaspadai terjadinya gelombang ketiga Covid-19. Sejumlah langkah antisipasi sudah diambil untuk mewaspadai adanya gelombanga ketiga
-
Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukan trend baik. Saat ini, angka kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 terus menurun
-
Setiap hari kasus kematian akibat Covid-19 terus menurun. Tercatat pada Minggu (10/10/2021) jumlah angka kematian menurun drastis
-
Penyintas Covid-19 setelah dinyatakan sembuh, tidak perlu waktu lama lagi untuk mendapatkan suntik vaksin Covid-19. Ini sesuai aturan baru
-
Varian R.1 disebut sebagai varian baru Virus Corona. Varian R.1 pertama kali ditemukan di Amerika Serikat. Namun, belum masuk ke Indonesia
-
Presiden Joko Widodo meminta masyarakat bersiap untuk menghadapi pandemi Covid-19 menjadi endemi. Sebab, Virus Corona tidak sepenuhnya hilang
-
Setelah muncul varian baru virus Corona, varian Delta. Kini muncul lagi varian baru virus Corona.
-
Beberapa waktu belakangan ini kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun. Pemerintah mengklaim pandemi Covid-19 sudah terkendali
-
Pandemi Covid-19 bakal dianggap seperti penyakit biasa. Pemerintah sedang mempersiapkan pandemi Covid-19 menjadi endemi.
-
Gelombang ketiga Covid-19 harus diwaspadai. Masyarakat diminta waspada juga muncul Varian Mu. Untuk itu masyarakat harus tetap jaga protokol kesehatan
-
Menurut Dante Saksono Harbuwono penyebaran Varian Mu tidak sebesar Varian Delta. Varian Mu atau B.1.621 punya sifat resisten terhadap vaksin Covid-19
-
Masyarakat diminta jangan khawatir walau ada varian baru Virus Corona. masyarakat jangan khawatir kelima jenis vaksin yang digunakan di Indonesia
-
Banyak bermunculan lagi varian baru Virus Corona. Muncul lagi varian baru bernama Varian Mu.
Varian Mu ini disebut kebal dengan vaksin.
-
Ada kasus varian baru ditemukan di Jambi menurut Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. Temuan ini termasuk penambahan 274 kasus varian baru Covid
-
Saat ini vaksin Covid-19 baru sudah diberikan izin oleh BPOM, yakni Sputnik-V. Vaksin Sputnik-V mempunyai efikasi di atas 90 persen.
-
Berita Nasional - Saat ini angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Berada di peringkat 9 tertinggi di dunia
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved