Berita Viral

LARANGAN Kibarkan Bendera One Piece Kini Datang dari Menteri HAM: Pelanggaran Hukum, Sebut Makar

Polemik pengibaran bendera bajak laut fiktif One Piece menjelang HUT RI ke-80 semakin memanas. 

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Polemik pengibaran bendera bajak laut fiktif One Piece menjelang HUT RI ke-80 semakin memanas.  Kali ini, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ikut bersuara tegas. Dia menyatakan negara memiliki hak penuh untuk melarangnya. 

Seorang pemuda berinisial A (26) dari Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, terkejut bukan main setelah rumahnya didatangi aparat gabungan. 

Ini terjadi hanya karena ia ikut-ikutan mengibarkan bendera bajak laut Topi Jerami di rumahnya.

A mengaku aksinya ini sama sekali tidak berniat menyindir atau menyinggung pihak manapun. 

Baca juga: PERINGATAN KERAS Bagi Pengibar Bendera One Piece: Bisa Dipidana

Baca juga: PEMBALASAN Tom Lembong Setelah Bebas Usai Dapat Abolisi dari Presiden Prabowo: Laporkan Hakim

Dia hanya mengikuti trend yang sedang ramai di platform TikTok, ditambah kecintaannya pada anime tersebut.

"Alasan pertama sih sebenarnya cuma FOMO, cuma ikut-ikutan kayak di trend TikTok, selain itu juga suka animenya," ujar A, Sabtu (2/8/2025).

Hal yang membuat A tercengang adalah respons dari pihak berwenang. 

Dia tak menyangka aksinya yang hanya "iseng" itu akan berujung serius. 

Petugas yang mendatangi rumahnya pun bukan main-main, terdiri dari unsur Polsek, Koramil, pihak kecamatan, desa, hingga intel Kodim.

Saat tiba di rumah A, para petugas langsung menanyakan keberadaan bendera tersebut dan segera membawanya. 

Namun, A mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci mengenai alasan pelarangan pengibaran bendera One Piece itu.

"Enggak nyangka bakal didatengin segitu banyaknya aparat," imbuhnya, masih dengan nada terkejut.

A menuturkan, bendera tersebut sebenarnya ia kibarkan pada Jumat sore, sekitar pukul 17.00 WIB. 

Namun, setelah membaca informasi di internet tentang adanya pelarangan serupa di tempat lain.

Dia merasa tidak enak hati dan memutuskan untuk menurunkannya pada malam harinya.

"Bendera tak dikibarkan Jumat sore, kemudian malam tak turunkan karena feeling-ku udah nggak enak. Ternyata bener, pagi-pagi dicariin orang," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved