Kasus Korupsi Laptop Chromebook

Terungkap Kondisi dan Kendala Chromebook di Jambi, Korupsi di Kemendikbud Ristek Era Nadiem

Di Provinsi Jambi, ada 41.703 sekolah yang menerima bantuan pengadaan laptop Chromebook program Kemendikbudristek. 

Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
Tribun Jambi/Khusnul Khotimah
CHROMEBOOK - Kondisi Chromebook di sekolah-sekolah di Jambi, pengadaan dari Kemendikbud Ristek beberapa tahun lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat ini, kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek era Nadiem Makariem sedang panas.

Pengadaan perangkat Chromebook ini untuk seluruh sekolah di Indonesia, dari TK, SD, SMP dan SMA.

Ada empat tersangka telah ditetapkan Kejagung dalam kasus korupsi laptop ini, satu di antaranya staf Nadiem Makarim.

Bagaimana kondisi Chromebook di daerah, termasuk Jambi, saat ini? Apakah efektif?

Di Provinsi Jambi, ada 41.703 sekolah yang menerima bantuan pengadaan laptop Chromebook program Kemendikbudristek. 

Sekolah itu dari tingkatan TK, SD, SMP, hingga SMA, yang tersebar di 11 kabupaten kota wilayah Provinsi Jambi.

CHROMEBOOK - Kondisi Chromebook di sekolah-sekolah di Jambi, pengadaan dari Kemendikbud Ristek beberapa tahun lalu.
CHROMEBOOK - Kondisi Chromebook di sekolah-sekolah di Jambi, pengadaan dari Kemendikbud Ristek beberapa tahun lalu. (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)

Tribun Jambi mengecek bantuan tersebut di sejumlah sekolah. Hasilnya, tidak semua penggunaan perangkat tersebut lancar. 

Ada beberapa kendala, penggunaan harus ada sinyal internet, update software, ruang penyimpanan data kurang, jumlah kurang, dan lain-lain.

Kepala SMPN 26 Kota Jambi, Arianto, mengatakan kebutuhan perangkat berteknologi di sekolahnya terus meningkat, sementara jumlah yang tersedia masih jauh dari cukup.

Sekolah di Jalan Liphosos Kelurahan Bakung Jaya yang baru berdiri tiga tahun lalu, menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan perangkat.

Arianto mengatakan pihak sekolah menerima 15 unit Chromebook, satu unit infokus dan satu unit router wifi yang digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pembelajaran, termasuk ujian dan asesmen.

Jumlah tersebut sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan seluruh siswa dan guru.

"Kami kekurangan perangkat untuk mendukung ujian dan kegiatan belajar lainnya. Idealnya, kami membutuhkan 45 unit," kata Arianto, Rabu (16/7/2025). 

Untuk mengatasi masalah ini, sekolah terpaksa mengatur ujian dalam tiga sesi agar semua siswa bisa mendapatkan giliran menggunakan perangkat.

Arianto mengatakan Chromebook digunakan sekira 160 menit tiap hari, baik untuk kegiatan belajar daring maupun ujian. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved