Polemik di Papua
IRONI di Tanah Papua: TPNPB-OPM Teriak HAM, Justru KKB Papua Menginjak-injaknya!
Saat sorotan dunia tertuju pada isu Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua, terlebih dengan aksi briutal yang dilakukan TPNPB-OPM atau KKB Papua.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
"Menyerang rumah sakit itu tindakan biadab! Ini bukan hanya melanggar hak atas hidup dan kesehatan, tapi juga menciptakan trauma kolektif yang mendalam bagi masyarakat," tegas seorang aktivis kemanusiaan yang enggan disebutkan namanya.
Ketika tempat pelayanan kesehatan dasar diserang, masyarakat semakin kehilangan harapan.
Baca juga: BANTAH Tudingan KKB Papua, Kapendam Cendrawasih: Tugas TNI Melindungi, Bukan Bakar-Bakar Rumah
Baca juga: TERKEJUT Topan Ginting kena OTT KPK, Sosok Kadis PUPR Sumut Diduga Terlalu Percaya Diri dan Arogan
Tenaga medis yang seharusnya menjadi penyelamat nyawa, kini hidup dalam ketakutan. Aksi ini membuktikan bahwa batas moral OPM dalam melancarkan aksinya telah sirna.
Eksodus Massal dan Pelanggaran HAM yang Nyata
Dampak kekerasan OPM juga memicu krisis kemanusiaan.
Di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, ribuan warga terpaksa mengungsi demi menyelamatkan diri dari ancaman kelompok bersenjata.
Data Kementerian Hukum dan HAM mencatat, sebanyak 3.208 jiwa harus meninggalkan kampung halaman mereka.
Gelombang pengungsian ini memperparah kondisi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat setempat yang sudah rentan.
Pengungsian massal akibat konflik bersenjata adalah pelanggaran HAM paling nyata, merampas hak warga atas tempat tinggal, rasa aman, dan kehidupan yang layak.
TNI Hadir Melindungi dengan Hati, Bukan Menginjak HAM
Di tengah situasi yang mengancam ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengambil langkah-langkah strategis untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, menegaskan bahwa seluruh operasi TNI di Papua senantiasa menjunjung tinggi prinsip hukum dan HAM.
"TNI hadir bukan untuk menindas, tetapi untuk melindungi masyarakat dari ancaman nyata kelompok bersenjata," tegas Letkol Iwan.
Dia menekankan bahwa profesionalisme, legalitas, dan pendekatan humanis menjadi prinsip utama dalam menjaga stabilitas dan melayani kebutuhan masyarakat di daerah rawan konflik.
Baca juga: SURAT Terakhir Devita Sari Sebelum Loncat dari Jembatan, Ada Nama Dosennya Ditulis: Aku Pergi Ya
Lebih dari sekadar operasi tempur, keberadaan pos militer di wilayah strategis juga bertujuan menciptakan rasa aman dan memperkuat kehadiran negara.
TNI bahkan aktif menjalankan program kemanusiaan, seperti bantuan kesehatan, dukungan pendidikan, dan proyek pembangunan kecil di desa-desa terpencil.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa negara hadir secara aktif dengan kolaborasi dan solusi, bukan sekadar respons militeristik.
ULAH KKB Papua Buat 43 Orang Tewas, Puluhan Terluka di 6 Bulan Terakhir: Ada TNI-Polri, Juni 8 Aksi |
![]() |
---|
BANTAH Tudingan KKB Papua, Kapendam Cendrawasih: Tugas TNI Melindungi, Bukan Bakar-Bakar Rumah |
![]() |
---|
KKB Papua Tuding TNI Lagi, Bilang Ambil Alih Gedung SD di Puncak dan Siksa Warga Sipil di Yahukimo |
![]() |
---|
APARAT Buru KKB Papua Penganiaya Bripda Ricardo Pasaribu, Satgas Cartenz: akan Ditindak Tegas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.