Polemik di Papua

TEMUAN YKKMP Pasca Kontak Tembak TNI Vs TNI di Yahukimo: Selongsong Hingga Bukti Korban Tewas

Investigasi (YKKMP) mengungkap fakta-fakta kelam pasca kontak tembak antara KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya dan TNI pada 15 Juni 2025 lalu.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Sebuah laporan investigasi mendalam dari Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) mengungkap fakta-fakta kelam pasca kontak tembak antara KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya dan TNI. Kontak tembak di Distrik Tangma, Yahukimo itu terjadi pada 15 Juni 2025 lalu.  

Laporan YKKMP ini memberikan gambaran yang lebih jelas dan mendalam mengenai dampak konflik bersenjata di Yahukimo.

Sekaligus menyoroti peran penting organisasi kemanusiaan dalam mendokumentasikan kebenaran di tengah situasi sulit.

Diberitakan sebelumnya, TNI mengklaim telah menembak dua KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya di Kampung Aleleng, Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, Senin (16/6/2025).

Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, dua anaka buah Eganus itu tertambak saat terjadi bakutembak antara Satgas Habema dan OPM pukul 00.15 WIT. 

Keduanya dinyatakan meninggal dunia.

“Operasi ini menyusul informasi keberadaan 4 orang kelompok OPM Kodap III Ndugama di salah satu honai Kampung Ligima, yang selama ini telah dicurigai sebagai markas mereka, menindaklanjuti informasi tersebut, aparat TNI pun melaksanakan penyergapan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/6/2025) sore.

Bakutembak berlangsung selama 10 menit dan berakhir dengan dua anggota OPM tewas.

Dalam operasi itu TNI menyita beberapa barang bukti antara lain 1 pucuk pistol Revolver, dan pistol rakitan, 5 butir munisi kaliber 9 mm, 1 unit HT (Baofeng), ponsel, teleskop optik, dan Leica 1000 YDSAT.

“Tidak ada korban jiwa dari pihak TNI,” ungkapnya.

Operasi penindakan ini disebut dilakukan secara terukur dan profesional, untuk menghentikan ancaman nyata terhadap keselamatan rakyat dan keamanan wilayah.

“Kami (TNI) hadir bukan untuk menebar ketakutan, tapi untuk memberikan harapan baru dan ruang aman bagi masyarakat sipil Papua seperti yang diamanatkan dalam Inpres Inpres RI No. 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua, yang salah satu pointnya adalah melaksanakan tugas pemberian dukungan pengamanan diwilayah papua,” tuturnya.

Ditegaskan, negara tidak akan membiarkan kelompok bersenjata menguasai medan tanpa perlawanan.

Untuk itu, TNI pun terus menyerukan kepada seluruh pihak yang masih mengangkat senjata untuk menghentikan perlawanan bersenjata dan kembali ke pangkuan NKRI melalui jalur damai.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: AKHIRNYA Boy William Ngaku Soal Hubungannya dengan Ayu Ting Ting, Fuji Auto Kaget: Ada Sesuatu

Baca juga: Momen Haru di Sorong: 5 Eks KKB Papua Ikrar Setia pada NKRI, Sinyal Papua Damai dan Sejahtera

Baca juga: BAHAYA! 50.000 Pasukan AS dalam Jangkauan Rudal Iran, Tentara Donald Trump Siap-siap

Baca juga: UPDATE Warga Tewas di Iran Akibat Kebrutalan Iran, Di Taheran 639 dan di Palestina 55.908 Orang

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved