Polemik di Papua

TEMUAN YKKMP Pasca Kontak Tembak TNI Vs TNI di Yahukimo: Selongsong Hingga Bukti Korban Tewas

Investigasi (YKKMP) mengungkap fakta-fakta kelam pasca kontak tembak antara KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya dan TNI pada 15 Juni 2025 lalu.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Sebuah laporan investigasi mendalam dari Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) mengungkap fakta-fakta kelam pasca kontak tembak antara KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya dan TNI. Kontak tembak di Distrik Tangma, Yahukimo itu terjadi pada 15 Juni 2025 lalu.  

Dalam misi kemanusiaannya, Theo Hasegem dan timnya, yang juga terdiri dari intelektual lokal, terlebih dahulu melapor kepada anggota TNI di Pos Kurima. 

Mereka menyampaikan niat untuk memantau keberadaan Egianus Kogoya di Kampung Lik Ima, dengan janji akan mengimbau kelompok tersebut untuk meninggalkan wilayah jika ditemukan.

Baca juga: Kapuspen Bantah Klaim KKB Papua Tembak TNI dan Penambahan Pos Militer di Yuguru: Batasi Gerak OPM

Saat bertemu dengan para pengungsi, Theo berpesan agar mereka tetap tenang dan berhati-hati. 

"Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban. Kebebasan warga masyarakat sipil tidak boleh dihalangi, jadi masyarakat bebas berkebun dan berkarya, tetapi harus hati-hati karena peluru itu gila, apabila anggota TNI melakukan penembakan nanti ada yang bisa tertembak," tegas Theo, menekankan risiko yang dihadapi warga sipil.

YKKMP juga meminta masyarakat untuk tidak panik dengan kehadiran aparat, namun mengingatkan untuk berkumpul di halaman kantor klasis jika ada tindakan brutal dari TNI.

Temuan Mencengangkan di Lokasi Kontak Tembak

Tim YKKMP tak hanya bertemu dengan pengungsi, tetapi juga menyisir lokasi kontak tembak di Kampung Aruli, Desa Yeleas, serta Kampung Halihalo. Hasilnya, mereka menemukan sejumlah bukti penting:

Selongsong peluru milik TNI dan KKB Papua berserakan di tanah.

Honai (rumah adat Papua) yang diduga menjadi tempat menginap anggota TPNPB.

Rumah-rumah penduduk yang terkena peluru, menunjukkan intensitas baku tembak.

Lokasi kremasi Mesak Asipalek dan Prek Sarera, serta tempat penembakan kedua korban.

Selain itu, saat melakukan pemantauan di Kampung Lik Ima yang diduga menjadi markas Egianus Kogoya, tim YKKMP memastikan bahwa kelompok tersebut sudah tidak berada di sana. 
Namun, sebuah temuan tak terduga muncul: 13 pohon ganja yang ditanam di halaman sebuah rumah. 

Ganja tersebut langsung dicabut dan dibawa ke Wamena untuk diserahkan kepada Polres Jayawijaya.

Peluru yang Disita TNI dan Konfirmasi Posisi Egianus Kogoya

Dalam perjalanan pulang ke Wamena, mobil tim YKKMP diberhentikan oleh anggota TNI di Gunung Ongolo. 

Baca juga: Jubir TPNPB-OPM Bantah KKB Papua Serang Warga Sipil: Kalenak Murib Tembak Anak Buah yang Selingkuh

Saat pemeriksaan, empat proyektil peluru yang ditemukan tim dari lokasi kejadian disita oleh aparat. 

Tim YKKMP juga melaporkan kepada Danpos TNI Kurima bahwa Egianus Kogoya dan pasukannya tidak ditemukan di Kampung Lik Ima.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved