Polemik di Papua

KKB Papua Klaim Serang 7 TNI Usai 18 Anggotanya Dihabisi, Minta Presiden-Panglima Tak Sebar Hoaks

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM disebut juga KKB Papua mengklaim menyerang tujuh anggota TNI.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
SERANG TNI: Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom, Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. TPNPB-OPM disebut juga KKB Papua mengklaim menyerang tujuh anggota TNI. Untuk itu, Sebby Sambom meminta agar Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tidak menyebar hoaks. 

"TNI hadir bukan untuk menakut-nakuti rakyat, tetapi untuk melindungi mereka dari kekerasan dan intimidasi yang dilakukan kelompok bersenjata," ungkap dia. 

TNI tidak akan membiarkan masyarakat Papua hidup dalam ketakutan di tanah kelahirannya. 
Menurut Mayjen Kristomei Sianturi, kehadiran TNI untuk memberikan pelayanan kesehatan, edukasi, dan pengamanan pembangunan jalan ke Hitadipa.

Justru dimanipulasi oleh kelompok OPM yang menjadikan warga sebagai tameng dan menyebarkan narasi ancaman terhadap masyarakat.

Dalam keterangan tersebut, disampaikan pula pernyataan Kepala Suku Kampung Sugapa, Melianus Wandegau.

Kepala Suku menyebut masyarakat telah disesatkan oleh propaganda OPM. 

“Kami dijanjikan kesejahteraan oleh mereka (OPM), namun kenyataannya kami hanya dijadikan alat dan pelindung dari serangan. Warga dijadikan tameng untuk melawan TNI,” ujar Wandegau. 

Pernyataan tersebut, menurut Kristomei, menegaskan bahwa TNI hadir dengan niat tulus melindungi dan melayani rakyat, bukan untuk menebar ketakutan. 

Operasi ini menargetkan kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker.

Sugapa Lama dan Kampung Bambu Kuning kini dinyatakan steril dari gangguan kelompok separatis tersebut. 

Seluruh personel TNI dinyatakan dalam kondisi aman. 

"Saat ini pasukan masih disiagakan di sejumlah sektor strategis guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan kelompok sisa."

"Kelompok ini diketahui kerap melakukan kekerasan terhadap warga sipil, termasuk pembakaran rumah, penyanderaan guru dan tenaga kesehatan, hingga penyerangan terhadap fasilitas umum dan proyek pembangunan," kata Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Bubarkan Saja Emosi Presiden Prabowo Akhirnya Memuncak, Hercules Pasrah dan Minta Maaf Ngaku Salah

Baca juga: KKB Papua Bantah TNI Habisi 18 Anggotanya: Hanya 3 Orang, 2 Terluka: Mereka Culik Warga Sipil

Baca juga: MALUNYA PDIP Disindir Dedi Mulyadi: Katanya Kerja untuk Rakyat, Anggaran untuk Rakyat Tak Terima!

Baca juga: TERJAWAB Alasan Olla Ramlan Lepas Hijab, Singgung Soal Kehilangan dalam Hidup: Maafkan Olla Ma

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved