Berita Viral
MALUNYA PDIP Disindir Dedi Mulyadi: Katanya Kerja untuk Rakyat, Anggaran untuk Rakyat Tak Terima!
Dedi juga menyinggung sikap DPRD Jabar yang menurutnya kerap bertentangan dengan upaya eksekutif dalam membangun daerah.
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Sindiran telak disampaiakn Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kepada PDI Perjuangan (PDIP).
Ya, sindiran Dedi Mulyadi itu tak terlepas dari aksi walk out Fraksi PDIP saat dirinya berpidato dalam sidang paripurna DPRD Jabar, Jumat (16/5/2025).
Dikatakan Dedi Mulyadi salah satu pemicunya karena absennya seluruh anggota DPRD dalam acara Murenbang di Kabupaten Cirebon pada 7 Mei 2025.
Dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (17/5/2025) Dedi Mulyadi mengungkapan kekecewaannya.
Ia menilai para legislator tak menunjukkan sikap menghargai.
Menurutnya Musrenbang itu forum yang sakral.
Baca juga: TERJAWAB Alasan Olla Ramlan Lepas Hijab, Singgung Soal Kehilangan dalam Hidup: Maafkan Olla Ma
Baca juga: Pengamat Sebut Jokowi Masih Ngebet Ingin Berkuasa: dengan Ada Partai itu Bisa di-Setting Semua
"Musrenbang forum yang sakral, diundang tak mau datang. Ingin dihargai, tapi tak pernah menghargai. Ingin dilibatkan, tapi tidak pernah mau terlibat," ujar Dedi dalam video tersebut.
Tak hanya soal absensi, Dedi juga menyinggung sikap DPRD Jabar yang menurutnya kerap bertentangan dengan upaya eksekutif dalam membangun daerah.
Ia menyayangkan bahwa beberapa program yang dinilai pro rakyat justru dituding melanggar konstitusi.
"Ngaku berpihak kepada rakyat, berjuang untuk rakyat, giliran anggaran dibuat untuk kepentingan rakyat, tak terima, dianggap melanggar konstitusi," ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk merenungkan kembali tujuan utama mereka sebagai pelayan publik.
"Kita semua harus sadar, untuk siapa sebenarnya kita bekerja,"ujarnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi telah merespon aksi walk out Fraksi PDIP itu merupakan hak setiap fraksi partai politik maupun anggota dewan perwakilan rakyat (DPR).
"Ya itu hak setiap orang, mau walk out mau tidak,”ujar Gubernur Dedi Mulyadi.
“Artinya, setiap orang kan berhak, setiap partai politik, fraksi berhak," ujarnya, dikutip Tribunnews.com.
Akhirnya Ahmad Sahroni Muncul Usai Rumahnya Hancur hingga Dijarah, Akui Takut Pulang ke Tanah Air |
![]() |
---|
Nasib Satpam DPRD Imron Sempat Menangis Motornya Terbakar, Kini Diganti Willie Salim: Alhamdulillah |
![]() |
---|
Partai Perindo: Seruan Kebangsaan untuk Menyikapi Kekecewaan dan Amarah Publik |
![]() |
---|
Presiden Wajib Lakukan Dialog Kerakyatan |
![]() |
---|
Pihak TikTok Akui Hilangkan Fitur Live di Indonesia, Kapan Kembali Bisa Diakses? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.