Polemik di Papua

Pernyataan Lengkap KKB Papua Siap Perang dan Ancam Serang Pos Militer Indonesia di Puncak Jaya

TPNPB-OPM atau disebut KKB Papua buat pernyataan siap perang dengan militer Indonesia.

Editor: Darwin Sijabat
Ist
SENJATA API: Ilustrasi KKB Papua pegang senjata api di blur.Unggahan di sosial media beripa siaran pers berupa pernyataan perang terhadap militer Indonesia, Sabtu (5/4/2025). (foto: Ist) 

Pernyataan Lengkap KKB Papua Siap Perang dan Ancam Serang Pos Militer Indonesia di Puncak Jaya

TRIBUNJAMBI.COM - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau disebut KKB Papua buat pernyataan siap perang dengan militer Indonesia.

Bahkan mereka juga menyatakan siap melancarkan serangan terhadap pos pengamanan di Puncak Jaya, Papua Tengah.

TPNPB-OPM atau disebut Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua itu menyatakan itu melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Sabtu (5/4/2025).

Adapun siaran pers resmi dari Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB itu disampaikan secara terbuka.

Disampaikan Panglima TPNPB-OPM Kodap Yambi, Yuniro Enumbi pihaknya telah melakukan pertemuan terbuka dan resmi bersama Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum TPNPB setanah Papua dan pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh pasukan di Puncak Jaya.

"Dalam pertemuan tersebut pasukan TPNPB di Puncak Jaya telah menyepakati keputusan bersama bahwa; Pembentukan pos-pos militer Indonesia di wilayah operasi TPNPB di Puncak Jaya segera dihentikan."

"Jika pembentukan pos tersebut dilakukan maka seluruh pasukan TPNPB di Puncak Jaya siap melakukan operasi dan pertempuran akan terjadi antara kami dan militer pemerintah Indonesia di medan pertempuran," kata Yuniro dalam rilisnya dilansir dari akun Facebook Nare Mungguar.

"Jika pembentukan pos tersebut dilakukan maka seluruh pasukan TPNPB di Puncak Jaya siap melakukan operasi dan pertempuran akan terjadi antara kami dan militer pemerintah Indonesia di medan pertempuran," tambahnya.

Baca juga: TERBARU! KKB Papua Nyatakan Siap Perang, Ancam Serang Pos Militer Indonesia di Puncak Jaya

Baca juga: Jubir TPNPB-OPM Bantah Tuduhan KKB Papua Terlibat Konflik Pendukung Paslon di Pucak Jaya

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM menyatakan perang sudah terjadi di beberapa wilayah.

Diantaranya, di Intan Jaya, Puncak Jaya, Sinak.

"Akan terus meluas di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh tanah Papua untuk mengusir pendudukan ilegal Indonesia diatas tanah Papua," ucapnya.

Dia menyatakan perang merupakan solusi dalam memperebutkan kemerdekaan bagi warga Papua.

"Perang adalah solusi untuk merebut kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan Indonesia," ucapnya lagi.

Dia menyerukan semua kelompok bersenjata harus bersatu dan angkat perang. Sebagaimana  yang telah disepakati oleh seluruh pasukan dari Puncak Papua, Sinak Dan Puncak Jaya dalam pertemuan tersebut.

Berikut isi lengkap siaran pers tersebut.

Panglima TPNPB Kodap Yambi, Bridjen Yuniro Enumbi Siap Perang Dan Kodap-kodap Di Tanah Papua Segera Bersatu

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 5 April 2025

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap Yambi, Yuniro Enumbi bahwa; Kami telah melakukan pertemuan terbuka dan resmi bersama Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum TPNPB setanah Papua dan pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh pasukan di Puncak Jaya.

Dalam pertemuan tersebut pasukan TPNPB di Puncak Jaya telah menyepakati keputusan bersama bahwa; Pembentukan pos-pos militer Indonesia di wilayah operasi TPNPB di Puncak Jaya segera dihentikan. Jika pembentukan pos tersebut dilakukan maka seluruh pasukan TPNPB di Puncak Jaya siap melakukan operasi dan pertempuran akan terjadi antara kami dan militer pemerintah Indonesia di medan pertempuran. 

Baca juga: Bobon Santoso Ungkap Ancaman Gelar Masak Besar di Papua: 10 Persen Ketemu KKB, 90 Persen Malaria

Sementara dalam kesempatan tersebut Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum TPNPB menghimbau bahwa perang sudah terjadi di Intan Jaya, Puncak Jaya, Sinak dan akan terus meluas di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh tanah Papua untuk mengusir pendudukan ilegal Indonesia diatas tanah Papua.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menghimbau bahwa; Perang adalah solusi untuk merebut kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan Indonesia. Maka semua kelompok bersenjata harus bersatu dan angkat perang. sebagaimana  yang telah disepakati oleh seluruh pasukan dari Puncak Papua, Sinak Dan Puncak Jaya dalam pertemuan tersebut.

Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 5 April 2025 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM

Jenderal Goliath Tabuni
Panglima Tinggi TPNPB-OPM 

Letnan Jenderal Melkisedek Awom
Wakil Panglima TPNPB-OPM 

Mayor Jenderal Terianus Satto
Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan dari pihak terkait soal pernyataan tersebut.

Bantah Tuduhan

Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua bantah terlibat dalam konflik antar pendukung pasangan calon di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.

Bantahan itu disampaikan Sebby Sambom, selaku Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Tuduhan yang sebelumnya disampaikan Polri itu kata Sebby tidak ada urusan pihaknya denga politik Indonesia.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi selama Pilkada di Puncak Jaya adalah bukti sistem politik Indonesia tidak diterima di Papua.

Bahkan kata dia, Pilkada merupakan program kolonial Indonesia di Tanah Papua.

“Kami tegaskan, bahwa TPNPB tidak terlibat (dalam kerusuhan di Puncak Jaya). TPNPB tidak ada urusan dengan Pilkada. Pilkada adalah program kolonial Indonesia di Tanah Papua,” kata Sebby Sambom.

Sebby Sambom kemudian mengingatkan Polri agar tak sembarangan menuduh TPNPB-OPM atau KKB Papua sebagai dalang atau terlibat kerusuhan. 

“Pernyataan polisi Indonesia, tidak bisa dibuktikan,” ujar dia.

Baca juga: Guru Rosalia Rerek Sogen Tewas Dituduh Mata-mata TNI oleh KKB Papua

Sebelumnya diberitakan, Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua disebut terlibat dalam bentrok antar pendukung pasangan calon Pilkada Puncak Jaya, Papua Tengah.

Bentrok antar masyarakat tersebut sudah terjadi sejak November 2024 hingga April 2025.

Akibatnya sebanyak 12 warga dilaporkan meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka.

Dibalik konflik tersebut, KKB Papua disebut terlibat dalam memanfaatkan situasi yang memanas itu.

Kepala Operasi Damai Cartenz,Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengungkapkan sejumlah korban tewas karena terkena tembakan senjata api.

Penembakan itu diduga dilakukan KKB Papua yang memanfaatkan situasi yang sedang memanas.

”Ini menjadi perhatian serius kami karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik untuk melancarkan aksinya,” kata Faizal dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).

Pada Pilkada 2024 lalu di Kabupaten Puncak Jaya diikuti dua pasangan calon.

Kedua paslon tersebut yakni Yuni Wonda-Mus Kogoya (nomor urut 1) dan Miren Kogoya-Mendi Wonerengga (nomor urut 2).

Untuk diketahui, bentrok antar pendukung dilaporkan sudah terjadi sejak pencoblosan, yakni pada 27 November 2024 lalu.

Saat itu, mereka saling serang menggunakan panah, menyebabkan 94 orang terluka. Selain itu, 40 rumah dan 1 honai juga ikut dibakar massa.

Selain itu, bentrokan berulang kali pecah pada masa rekapitulasi suara di berbagai tingkatan, pada masa sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), hingga setelah putusan MK. 

Dalam rangkaian bentrokan ini, upaya mediasi berulang kali dilakukan, tetapi gesekan terus berulang.

Terbaru, bentrokan pecah pada Rabu (2/4/2025). Dalam peristiwa ini, 59 orang dilaporkan terluka karena terkena panah. Selain itu, delapan rumah dan honai juga dibakar.

”Dari hasil pendataan, korban meninggal mencapai 12 orang, 8 orang di antaranya berasal dari kubu paslon (pasangan calon) nomor urut 1,” ujar Faizal.

Selain korban tewas, jumlah korban luka akibat terkena panah mencapai 658 orang. 

Satgas Damai Cartenz merinci, 423 orang merupakan pendukung paslon nomor satu, sedangkan 230 orang lainnya dari kubu paslon nomor dua.

Adapun 201 bangunan terbakar terdiri dari 196 unit rumah warga serta bangunan fasilitas pemerintah dan partai politik.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pengakuan Dinar Candy Nyaris Gadaikan Sertifikat Rumah Ibunya Demi Ko Apex

Baca juga: Satu Bulan Jumran Diduga Berencana Habisi Kekasihnya, Kuasa Hukum Juwita: Ancamannya Hukuman Mati

Baca juga: Sindiran Keras Dedi Mulyadi ke Oknum Sunat Uang Kompensasi untuk Sopir Angkot: Preman Berseragam

Baca juga: Prediksi Skor Timnas U17 Indonesia vs Yaman, Statistik, Line Up, dan Live 22.00 WIB

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved