Berita Nasional

Polisi Lampung Gugur di Medan Tugas: Kisah Iptu Lusiyanto Gugur saat Gerebek Judi Sabung Ayam

Mata Sapril Eka Putra (42) tampak berkaca-kaca saat mengenang sosok pamannya, Iptu Lusiyanto.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
GUGUR DALAM TUGAS: Petugas menurunkan jenazah anggota Polri yang tewas tertembak saat melakukan penggerebekan judi sabung ayam, setibanya di RS Bhayangkara Polda Lampung, Lampung, Selasa (18/3/2025). Mata Sapril Eka Putra (42) tampak berkaca-kaca saat mengenang sosok pamannya, Iptu Lusiyanto. Baginya, almarhum bukan sekadar paman, tetapi juga figur ayah, sahabat, sekaligus mentor dalam menjalani kehidupan. (foto: Ist) 

Saat menerima tugas sebagai Kapolsek Negara Batin, Lusiyanto menyadari bahwa wilayah tersebut bukan tempat yang mudah untuk ditangani.

“Kata paman, Polsek Negara Batin tidak pernah dilirik anggota Polri karena daerah yang sepi dan dikenal sebagai daerah ‘Texas’ alias rawan kriminalitas. Namun, paman tidak menolak dan meniatkannya sebagai ibadah,” kenang Sapril.

Salah satu misi utama Lusiyanto adalah memberantas judi sabung ayam, penyakit sosial yang sudah mengakar di wilayahnya. 

Baca juga: Hasil Autopsi 3 Polisi Ditembak di Judi Sabung Ayam Lampung, Peluru Bersarang di Dada dan Kepala

Keberaniannya dalam menindak tegas membuatnya mendapat banyak musuh.

“Tembakan itu seolah sudah ditargetkan sehingga yang menembak sengaja menghindari rompi antipeluru tersebut,” ujar Sapril dengan nada getir.

Rencana Buka Puasa yang Tak Pernah Terlaksana

Tragedi itu terjadi sehari sebelum rencana buka puasa bersama yang dirancang Lusiyanto untuk personelnya. 

Namun, niat baik itu tak pernah terlaksana.

“Beliau sudah menyiapkan buka puasa bersama, tapi takdir berkata lain. Kami semua kehilangan sosok pemimpin yang berdedikasi,” ujar salah satu rekan kerjanya.

Kini, menjelang pemakaman Lusiyanto, rumah duka dipenuhi oleh rekan-rekan sejawatnya yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. 

Kepergian Lusiyanto bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan institusi kepolisian yang kehilangan sosok polisi yang jujur, tegas, dan berani.

“Paman pernah bilang ingin pulang kampung dan berkebun setelah pensiun. Tapi sekarang, Tuhan lebih dulu memanggilnya,” ujar Sapril, menutup kisahnya dengan suara bergetar.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Polda Jambi Petakan 55 Titik Rawan Kecelakaan, Pemudik Diminta Waspada

Baca juga: Kejari Bungo Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Pajak Kendaraan di Samsat, Kerugian Rp 1,9 Miliar

Baca juga: Wali Kota Jambi Geram Lampu Lalu Lintas Kerap Mati, Minta Dishub Turun di Titik Rawan Macet

Baca juga: Pemkot Jambi Salurkan Bantuan Zakat ke Mustahiq, Dorong Kepatuhan di Kalangan ASN dan Pelaku Usaha

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved