Polemik di Papua

Jenderal Purn TNI Ungkap 3 Cara KKB Papua Dapatkan Senjata Api: Anggota TNI-Polri Harus Disadarkan

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mengungkapkan tiga cara KKB Papua mendapatkan senjata api.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribunnews/Ist/Kolase Tribun Jambi
Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mengatakan, masalah penyelundupan senjata api atau upaya-upaya yang dilakukan oleh separatis atau teroris dalam mendapatkan senjata itu melalui bebagai macam cara. (Tribunnews/Ist) 

TRIBUNJAMBI.COM - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mengatakan, masalah penyelundupan senjata api atau upaya-upaya yang dilakukan oleh separatis atau teroris dalam mendapatkan senjata itu melalui bebagai macam cara. 

Seperti diketahui tujuh tersangka diamankan aparat keamanan terkait kasus penyelundupan senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.

Diantara ketujuh tersangka itu terdapat dua orang merupakan pecatan TNI.

Kedua mantan prajurit itu yakni Yuni Enumbi dan Eko Sugiyono.

Para tersangka itu berhasil diamankan berkat kerjasama empat Polda.

Empat Polda itu yakni Polda Papua, Papua Barat, Polda Jawa Timur dan Polda DIY.

Terkait penyelundupan itu, TB Hasanuddin ada empat cara yang dilakukan KKB Papua untuk mendapatkan senjata api.

Pertama, diselundupkan masuk Papua lewat jalur-jalur tikus, misalnya pantai, perbatasan melalui hutan dan sebagainya. 

Baca juga: 7 Tersangka Penyelundup Senjata Api ke KKB Papua Diamankan 4 Polda, 2 Eks TNI, Ini Perannya

Baca juga: Daftar dan Peran 3 Warga Bojonegoro Jatim Pasok Sejata Api ke Eks TNI untuk KKB Papua: Modal Rp1,3 M

"Kedua, didapat dengan cara membeli atau didapat dengan cara membarter dengan para prajurit atau petugas, atau siapa saja yang bertugas di wilayah Papua. Kita tidak menutup kemungkinan ada oknum-oknum yang melakukan itu, mungkin bukan hanya senjata mungkin juga amunisi, granat, dan lain sebagainya," kata TB kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Ketiga, kata TB, yaitu mendapatkan senjata dengan cara perampasan, saat terjadi bentrokan. 

KKB Papua kerap melakukan perampasan senjata milik aparat yang gugur atau terluka dalam pertempuran.

"Upaya-upaya yang memang kita harus lakukan, antara lain melakukan isolasi, bersiaga dan menjaga wilayah itu, jangan sampai wilayah itu disusupi oleh mereka yang punya kepentingan menyelundupkan senjata, mungkin di pantai, di jalan-jalan, di perbatasan, dan lain sebagainya. Sehingga kita perlu meningkatkan patroli di perbatasan maupun patroli di pantai-pantai," ujarnya.

Selain itu, TB Hasanuddin mengatakan, soal barter yang dilakukan prajurit TNI atau Polri yang harus di sadarkan. 

"Menjual, membarterkan senjata kepada separatis sama saja menyediakan alat pembunuh untuk kita, dan ini harus diberikan tindakan yang bener-bener keras," tandasnya.

TB Hasanuddin juga berpesan kepada masyarakat agar tidak melakukan penjualan atau perakitan senjata. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved