LIPUTAN KHUSUS

Tawaran Mobil untuk Barter Ditolak Suku Anak Dalam Jambi, Puluhan Kendaraan di Kebun Sawit Merangin

Sugio menuturkan mobil Avanza miliknya ternyata digadai seorang penyewa ke warga SAD sebesar Rp20 juta, dengan bunga 15 persen selama satu bulan. 

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
Tribunjambi.com/Rifani Halim
Kisah pengusaha persewaan mobil di Jambi mobilnya dibawa kabur orang, lalu digadaikan ke Suku Anak Dalam di Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi. 

Ia menyebutkan sangat mungkin orang tidak mengetahui situasi awal sehingga hal itu terjadi.

"Harus dilihat secara lebih holistik. Peminggiran hak-hak kehidupan sebagai makhluk di muka bumi yang harusnya mendapat pengakuan dan mendapat tempat untuk hidup," kata Reni, Minggu (10/11).  

Menurut Reni, peminggiran hak-hak terhadap warga SAD telah menyebabkan minimnya pengetahuan tentang hukum dan hidup bernegara.

Situasi itu menyebabkan warga SAD rentan dimanfaatkan oleh pihak lain.

"Mereka sangat mungkin digunakan pihak lain untuk gadai menggadai ini, apalagi dengan minimnya pengetahuan SAD terhadap hukum," ujarnya.

Reni mengatakan seharusnya diusut siapa yang mengantarkan mobil-mobil tersebut kepada warga SAD. 

"Karena berdasarkan budaya dan perilaku SAD, mereka bukanlah suku yang bisa berinteraksi langsung dengan orang luar, apalagi terkait dengan masalah besar ini," tegasnya.

KKI Warsi Jambi pun meminta agar aparat penegak hukum (APH) mengusut persoalan ini sampai ke akar persoalan.

"Kita mendorong aparat untuk mengusut ini sampai tuntas, sampai ke pihak-pihak yang memanfaatkan situasi SAD ini, alias siapa yang ada dibelakang SAD ini," ujarnya. (fan/nik)

Baca juga: Gadai Mobil Hasil Kejahatan ke Suku Anak Dalam Jambi, Puluhan Kendaraan Diparkir di Kebun Sawit

Baca juga: News Analysis Dosen Unja Soal Gadai Mobil ke Suku Anak Dalam Jambi, Paparkan Mens Rea

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved