LIPUTAN KHUSUS

Tawaran Mobil untuk Barter Ditolak Suku Anak Dalam Jambi, Puluhan Kendaraan di Kebun Sawit Merangin

Sugio menuturkan mobil Avanza miliknya ternyata digadai seorang penyewa ke warga SAD sebesar Rp20 juta, dengan bunga 15 persen selama satu bulan. 

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
Tribunjambi.com/Rifani Halim
Kisah pengusaha persewaan mobil di Jambi mobilnya dibawa kabur orang, lalu digadaikan ke Suku Anak Dalam di Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi. 

"Bulan pertama ngambil mobil sewa langsung dibayar cash Rp10 juta. Bulan kedua belum dibayar. Saya tagih, dia bilang nanti di bulan ketiga sekalian," jelas Sugio. 

Datang ke Lokasi

Karena tidak dibayarkan juga, akhirnya Sugio menagih dan mengecek mobil melalui GPS ternyata mobil itu berada di tempat SAD. 

"Nama temenggungnya Jon sama Carak, kalau tidak salah dua temegung itu," ungkapnya. 

Saat menemui dua temenggung, Sugio berhadapan dengan penghubung atau translator yang merupakan warga biasa. 

"Saya minta tolong untuk dipertemukan dengan orang yang menggadai mobil itu, akhirnya dipertemukan dan saya meminta pertanggungjawaban," kata Sugio. 

Setelah Sugio meminta pertanggungjawaban, keesokan harinya Bambang membawa mobil lain dan hendak ditukarkan dengan mobil Sugio, kepada SAD. 

"Sampai di tempat SAD, mereka tidak mau mobil Innova saya ditukar dengan mobil Honda BRV, karena SAD ini menghitung-hitung harga Innova Reborn lebih mahal," ungkap Sugio. 

Pada akhirnya, Honda BRV itu boleh ditukarkan dengan mobil Innova Reborn tetapi ditambah dengan motor yamaha Nmax yang dibawa oleh Bambang. 

"Setelah mobil dan motor ditukarkan, akhirnya mobil saya bisa dikeluarkan dari tempat gadai itu. Dengan kerugian rental yang tidak dibayar mencapai 20 juta," sebut Sugio. 

Dia menambahkan, terdapat puluhan mobil berjejer di kawasan SAD di Pemenang itu. Bahkan seperti showroom. 

"Lebih dari puluhan, di bawah bawah pohon sawit itu diparkir. Banyak kalau mobil di sana macam-macam jenis. Ada mobil dalam, ada dari luar Jambi juga," tuturnya. 

Peminggiran Hak dan Pemanfaatan

Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi meminta agar polemik warga Suku Anak Dalam (SAD) Merangin yang diduga menerima gadai mobil hasil kejahatan, dilihat secara holistik.

Koordinator Divisi Komunikasi KKI Warsi Jambi, Reni, mengatakan persoalan tersebut tidak bisa dilihat sebagai orang yang menampung. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved