Health & Beauty
Pentingnya Persiapkan Kesehatan Psikologis Penuaan Agar Masa Tua Lebih Bahagia
Menurut Putri Anugrah Khalik, Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Andalas, usia lansia dimulai dari umur 65 tahun dengan tiga kategori: lans
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setiap manusia akan mengalami berbagai tahapan perkembangan dalam hidupnya, dan tahap terakhir dari perkembangan manusia adalah masa lansia (lanjut usia).
Menurut Putri Anugrah Khalik, Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Andalas, usia lansia dimulai dari umur 65 tahun dengan tiga kategori: lansia muda (65-74 tahun), lansia tua (75-84 tahun), dan lansia tertua (lebih dari 85 tahun).
Klasifikasi lansia yang lebih bermakna bisa dilakukan dengan usia fungsional, yaitu seberapa baik seseorang berfungsi dalam lingkungan fisik dan sosialnya dibandingkan dengan orang lain dengan umur yang sama.
Putri menjelaskan bahwa dalam usia fungsional, lansia yang dianggap muda adalah lansia yang masih sehat dan aktif, sementara lansia tua adalah lansia yang sudah renta dan mengalami gangguan terlepas dari umur angkanya.
Setiap manusia juga akan mengalami penuaan (aging) yang terbagi menjadi dua: penuaan primer, yaitu penurunan fungsi tubuh secara perlahan dan tidak bisa dihindari, serta penuaan sekunder yang terjadi karena penyakit atau penggunaan zat yang masih bisa dikendalikan dan dicegah.
"Banyak perubahan yang menjadi tanda bahwa seseorang telah mengalami penuaan. Misalnya pergerakan tubuh yang lebih lambat dan kesulitan mengingat nama seseorang," kata Putri.
"Pada beberapa fase kehidupan, banyak orang menjadi lebih khawatir dengan penuaan, ingin tahu apa yang diharapkan, apa yang harus dihindari, serta bagaimana cara beradaptasi dengan perubahan yang ada."
Adanya proses penuaan tadi membuat setiap individu harus mempersiapkan penuaan yang sukses.
"Istilah penuaan yang sukses (successful ageing) mulai dikenal pada tahun 1987 saat dua ilmuwan, John Ralls Rowe dan Robert Kahn, menerbitkan buku terkait hal ini," ucapnya memberi dasar.
Menurut mereka, penuaan yang sukses terdiri dari tiga faktor utama: bebas dari kecacatan/penyakit, kemampuan yang tinggi dari segi pikiran dan fisik, dan mampu berinteraksi secara bermakna dengan orang lain.
Dia memperkuat bahwa selain Rowe dan Kahn, Lawton pada tahun 1989 menjelaskan bahwa kehidupan yang baik (dalam konteks ilmu tentang lansia) sebagai penuaan yang sukses memiliki empat dimensi: perasaan terhadap kualitas hidup (kepuasan subjektif di berbagai kehidupan seperti keluarga dan pertemanan), kesejahteraan psikologis (seperti bahagia, optimis, kesesuaian tujuan dengan pencapaian), kompetensi perilaku (kesehatan, pergerakan tubuh, kemampuan memahami seseorang/sesuatu), dan lingkungan objektif (seperti penghasilan dan kondisi tempat tinggal).
Putri menekankan bahwa individu yang sukses dalam proses penuaan biasanya mendapat dukungan sosial, baik secara emosional dan material. Mereka yang aktif dan produktif tidak menganggap dirinya tua.
"Penuaan yang sukses melibatkan faktor dari dalam individu, yaitu genetik, dan faktor dari luar diri individu, yaitu gaya hidup. Contoh faktor ekstrinsik yang mempengaruhi penuaan adalah pola makan, olahraga, serta kebiasaan pribadi lainnya," ujarnya.
"Penuaan yang sukses juga dipengaruhi oleh faktor sosial, dimana lansia yang memiliki hubungan pertemanan dan keluarga yang ramai akan lebih puas dengan hidupnya. Dukungan sosial juga dikaitkan dengan kesehatan lansia yang lebih baik."
Perkembangan dan pertumbuhan manusia juga dipengaruhi oleh tahapan sebelumnya. Kualitas hidup pada masa tua pun dipengaruhi oleh gaya hidup di masa sebelumnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.