Health & Beauty

Parfum juga Menunjukkan Identitas Penggunanya

Berita Jambi-Menggunakan parfum tentu saja otomatis membuat penggunanya merasa lebih percaya diri, berkelas dan menimbulkan rasa bahagia

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
ADE SETYAWATI/TRIBUNJAMBI.COM
Parfum juga Menunjukkan Identitas Penggunanya 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menggunakan parfum tentu saja otomatis membuat penggunanya merasa lebih percaya diri, berkelas dan menimbulkan rasa bahagia.

Tidak hanya itu saja, wewangian juga mampu menunjukkan identitas atau menunjukkan kepribadian para penggunanya, dan juga membangkitkan memori penikmat parfum.

Tidak sedikit juga para pecinta wewangian menginginkan wewangian yang tidak dimiliki siapapun, terutama wanita yang juga suka mengoleksi parfum dengan berbagai macam wewangian.

Namun untuk di Jambi sendiri belum lama ini ada yang membuka toko parfum dengan konsep wewangian bisa racik sendiri bebas dengan sesuai harum yang di inginkan yaitu Parfum Padamaya.

Panji Oktaviansyah owner Parfum Padamaya mengatakan Parfum itu bukan hanya sekedar wewangian tatapi juga Identitas penggunanya.

"Mayoritas orang suka wewangian namun tidak sedikit juga yang ingin memiliki wangi sendiri atau tidak sama dengan orang lain, dan disini kami memiliki konsep itu, bisa racik dengan sesuai wangi yang di kehendaki," jelasnya

"Parfum bagi saya tidak hanya sekedar wewangian tetapi juga merupakan identitas penggunanya dan parfum juga menyimpan memori bagi penikmat nya," tambahnya.

Memori pengguna dan penikmat wewangian juga tersimpan di dalam harum sebuah parfum tersebut.

"Dari pengalaman saya belajar, di mana ketika mencium parfum seseorang kita juga teringat dengan penggunanya dan memori saat bersama orang tersebut," lanjutnya.

"Dan parfum juga merupakan identitas, di mana bisa menggambarkan karakter seseorang, ada yang suka wangi Fresh, lembut, Strong dan wangi-wangi lainnya," ucapnya.

Dari hal tersbeut juga membuat nya bertekat dan tekun menciptakan berbagai aroma parfum dan membuat toko parfum dengan konsep berbeda dari toko parfum lainnya di mana di Padamaya Parfum, pembeli bebas meracik wangi parfum sendiri sesuai dengan yang di kehendaki dan tentu saja setiap parfum yang di hasilkan tidak akan memiliki keharuman yang sama.

Konsep racik Parfum sendiri terinspirasi dari Bali di mana di sana ada tempat untuk meracik parfum dan di Jambi sendiri belum ada dengan konsep seperti ini.

Untuk membuka konsep parfum bisa racik sendiri seperti saat ini, ia mengikuti kursus dan belajar dengan tekun dalam waktu yang tidak sebentar.

"Ngeracik parfum seperti ini tidak mudah saya kursus dan gagal berkali-kali, selama hampir 1 tahun meracik parfum baru dapat 7 aroma, aroma yang menurut saya benar-benar bisa diterima oleh kebanyakan orang, dan hingga saat ini saya masih terus belajar," tambahnya.

Ia menambahkan "Awal buka dengan konsep seperti ini saya tidak takut, karena memang saya tidak hanya menjual parfum tetapi juga edukasi apa itu Parfum dan memberian ilmu seperti apa meracik parfum yang benar," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved