Berita Batanghari

Kapolres Batanghari Pastikan Tak Ada Lagi Aktivitas Illegal Drilling di Sekitar Kebakaran Tahura

Api akibat kejadian kebakaran di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin di Desa Jebak Kecamatan Tembesi Kabupaten Batanghari yang disebabka

Tribun Jambi/ Srituti Apriliani Putri
Kapolres Batanghari AKBP Bambang Purwanto 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Api akibat kejadian kebakaran di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin di Desa Jebak Kecamatan Tembesi Kabupaten Batanghari yang disebabkan oleh aktivitas ilegal drilling kembali menyala.

Kapolres Batanghari AKBP Bambang Purwanto mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan tersebut pada Kamis, (18/4/2024) kemarin dan langsung melakukan pengecekan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari dan BPBD Kabupaten Batanghari.

Bambang mengatakan bahwa setelah dilakukan pengecekan dilokasi, api tersebut dalam keadaan menyala setinggi hampir dua meter.

"Saat dicek memang benar menyala lagi, dengan ketinggian mungkin kira-kira dua meter, cuma memang gasnya tinggi di situ," ujarnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas illegal drilling atau pengeboran sumur minyak di sekitar lokasi tersebut.

"Cuman kita ke sana kemarin sumur-sumur illegal drilling itu sudah bersih, disekitar itu sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Untuk diketahui sebelumnya, pada Jumat (9/2/2024) terjadi kebakaran di Tahura Sultan Thaha Saifudin sekitar pukul 19.00 WIB. Kebakaran sendiri diketahui terjadi akibat salah satu pekerja melakukan pengeboran sumur baru dan pada saat bersamaan keluar gas yang menyebabkan ledakan.

Akibat ledakan tersebut, api menyebar ke beberapa sumber minyak ilegal yang berada di lokasi tersebut dan membakar hampir 10 hektar lahan di kawasan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin.

Setelah hampir sebulan kejadian tersebut, diketahui api dari sumber sumur minyak ilegal tersebut sudah padam. Kapolres Batanghari AKBP Bambang Purwanto mengatakan bahwa api sempat padam sebelum Hari Raya Idul Fitri. Bambang mengatakan bahwa api tersebut kemungkinan padam akibat intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Batanghari.

"Kemarin hari Kamis, kami mendapatkan informasi kalau api yang di sumur ilegal diriling menyala lagi karena sebelumnya sempat padam jadi kita langsung cek kesana," kata Bambang.

Namun, pada Kamis, (18/4/2024) kemarin ia kembali mendapatkan laporan bahwa sumber api di lokasi kebakaran ilegal driling kembali menyala. Ia menduga bahwa api yang sebelumnya padam tersebut kembali menyala lantaran masih ada titik api kecil yang belum mati.

Baca juga: Api di Tahura Kembali Menyala, Kepolisian Koordinasikan Upaya Pemadaman dengan Dinas LH Batanghari

Baca juga: Api Akibat Illegal Drilling di Tahura Batanghari Jambi Kembali Menyala

Baca juga: Dinas LH Batanghari Bersurat ke KLHK untuk Penertiban Ilegal Drilling di Tahura Sultan Thaha

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved