Berita Batanghari
Api di Tahura Kembali Menyala, Kepolisian Koordinasikan Upaya Pemadaman dengan Dinas LH Batanghari
Kebakaran di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin di Desa Jebak Kecamatan Tembesi Kabupaten Batanghari kembali terjadi.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - MUARABULIAN - Kebakaran di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin di Desa Jebak Kecamatan Tembesi Kabupaten Batanghari kembali terjadi.
Sebelumya, pada Jumat (9/2/2024) terjadi kebakaran di Tahura Sultan Thaha Saifudin sekitar pukul 19.00 WIB. Kebakaran diketahui akibat pengeboran sumur baru dan pada saat bersamaan keluar gas yang menyebabkan ledakan.
Akibat ledakan tersebut, api menyebar ke beberapa sumber minyak ilegal yang berada di lokasi tersebut dan membakar hampir 10 hektar lahan di kawasan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin.
Setelah hampir sebulan kejadian tersebut, diketahui api dari sumber sumur minyak ilegal tersebut sudah padam. Kapolres Batanghari AKBP Bambang Purwanto mengatakan bahwa api sempat padam sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Bambang mengatakan bahwa api tersebut kemungkinan padam akibat intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Batanghari.
"Kemarin hari Kamis, kami mendapatkan informasi kalau api yang di sumur ilegal diriling menyala lagi karena sebelumnya sempat padam jadi kita langsung cek kesana," kata Bambang.
Namun, pada Kamis, (18/4/2024) kemarin ia kembali mendapatkan laporan bahwa sumber api di lokasi kebakaran ilegal driling kembali menyala.
Ia menduga bahwa api yang sebelumnya padam tersebut kembali menyala lantaran masih ada titik api kecil yang belum mati. Bambang mengatakan bahwa api tersebut saat ini masih menyala dengan ketinggian mencapai dua meter.
"Saat dicek memang benar menyala lagi, dengan ketinggian mungkin kira-kira dua meter cuma memang gasnya tinggi di situ," ujarnya.
Untuk pemadaman api, Bambang mengatakan bahwa direncanakan akan dilakukan upaya pengaliran air sungai ke titik api. Bambang menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari.
"Kemarin kita koordinasi dengan dinas LH mungkin untuk manualnya kita akan menunggu hujan, kemudia mengaliri dari sungai. Dengan harapan kalau hujan bisa mengalir ke sumber tersebut, tetapi yang lebih pasti kita sudah koordinasi dengan LH untuk menghubungi SKK Migas untuk pemadaman," jelasnya. (Tribunjambi/Sri Tuti Apriliani Putri)
Baca juga: Mobil Avanza Milik Risdianto Sudah Berada di Mapolda Jambi
Baca juga: Afriansyah Kader Muda PDIP Pastikan Maju di Bacabup Tebo, Wartono: Tidak Masalah
Baca juga: DPRD Batanghari Dorong Pemkab Sediakan Tempat di Pasar yang Belum Miliki Lahan Parkir
Ingat Guru Pramuka di Batang Hari Jambi Cabuli 9 Siswi SMP? Kini Divonis 18 Tahun dan Denda Rp1 M |
![]() |
---|
Eks Guru Pramuka di Batanghari Divonis 18 Tahun karena Pelecehan Seksual 9 Anak |
![]() |
---|
Warga Sekitar Lapas Muara Bulian Gembira, Bisa Dapat Beras Harga Murah |
![]() |
---|
Identitas Anggota DPRD Batang Hari yang Digerebek Bareng Wanita, Diakui sebagai Stafnya |
![]() |
---|
556 Surat Tilang Dikeluarkan Dalam Operasi Patuh Siginjai 2025 Batang Hari Jambi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.