Jambi dalam Sepekan
TOP 7 Jambi Sepekan: Misteri Tewasnya Santri di Tebo, Kios Terbakar, Adik di Tanjabar Bunuh Kakak
Simak kilas kejadian dalam sepekan di sejumlah wilayah Jambi termasuk Kota Jambi, Kabupaten Tebo, Batanghari hingga Tanjabar, 10-16 Maret 2024.
Tim Pemadam Kebakaran Kota Jambi telah menunjukkan respons yang cepat dan efisien dalam menanggapi laporan kebakaran dengan menurunkan 30 tim dan 6 armada.
Dalam waktu hanya 7 menit, tim pemadam tiba di lokasi kejadian, dan melakukan pemadaman.
Operasi pemadaman kebakaran dipimpin oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi.
"30 personil kami kerahkan dengan 6 armada pemadaman. Air yang digunakan 24.000 Liter," kata Mustari seperti dikutip dari TribunJambi.com.
Kata dia, api telah berhasil dipadamkan dengan lancar dan aman dalam waktu 66 menit.
"Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan, sementara tidak ada laporan cidera dari petugas maupun warga sekitar," katanya.
Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti dari kebakaran tersebut.
5. 3 Orang yang Rusak Kantor Gubernur Jambi kini Buron

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi telah mengidentifikasi 3 orang yang masuk Daftar Pencarian Orang kasus pengerusakan kantor gubernur Jambi, oleh massa aksi KS Bara pada Februari lalu.
Tiga orang yang masuk dalam Daftar Pencairan Orang (DPO) tersebut, ialah F, SS dan SW. Ketiga orang itu merupakan warga Jambi dan salah satunya merupakan warga provinsi Sumatera Selatan.
Kanit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi AKP Irwan mengatakan, kepolisian telah melakukan identifikasi dan mengejar 3 orang tersangka pelaku pengerusakan kantor gubernur Jambi.
"Sudah kita identifikasi, sudah kita ketahui namanya Inisial F, SS dan SW yang sekarang masih dalam pengejaran unit kita," kata AKP Irwan, Kamis (14/3/2024) seperti dikutip dari TribunJambi.com.
Ketiga orang yang masih dikejar oleh pihak kepolisian ini, awlanya telah dilakukan pemanggilan. Namun, ketiga mangkir polisi mengejar para pelaku yangb bersama-sama melakukan pengerusakan kantor gubernur Jambi.
"Kita awlanya sudah lakukan pemanggilan sebanyak 2 kali pada para tersangka ini, tapi meraka tidak menghindahkan panggilan kita dan kita lakukan upaya paksa. Pelaku sudah melarikan diri," ujarnya.
Irwan menyatakan, pihaknya sudah dua kali mengecek rumah para pelaku di kabupaten Batanghari, Sarolangun tetapi meraka tidak ada di rumah.
Polisi juga telah melakukan penyelidikan terhadap para pelaku, apakah meraka telah kabur keluar dari provinsi Jambi.
"Kita sudah datangi rumah pelaku di wilayah Batanghari dan Sarolangun. Makanya kita lakukan penyelidikan lagi bersama unit, apakah dia ada diluar kota atau masih di Jambi," ungkapnya.
Sementara itu, proses hukum satu pelaku yang berhasil diamankan sebelum masih berjalan. Saat ini kepolisian tengah memperpanjang massa tahanan satu pelaku tersebu, dan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan.
6. Banjir di Kota Jambi

Debit Sungai Batanghari mencapai 14.65 meter pada Kamis sore (14/3/2024). Kembali naik dari sepekan lalu yang diangka 14.39 meter.
Data tersebut di himpun melalui penjaga pintu air kawasan Ancol, Kota Jambi, Syahruddin.
Ia mengaku kembali tingginya debit sungai Batanghari ini karena tingginya intensitas hujan di huluan sungai Batanghari.
“Daerah hulu masih banjir. Sumbar juga masih banjir, kemungkinan kita di Kota Jambi ini akan naik lagi,” katanya, Kamis (14/3/2024) seperti dikutip dari TribunJambi.com.
Di sisi lain, dengan ketinggian debit sungai saat ini, Kawasan Legok, Kecamatan Danau Sipin masih tergenang banjir.
Setidaknya ada 2.000 rumah di kelurahan Legok yang kembali terdampak banjir. Padahal beberapa waktu sebelumnya sempat surut.
Hal ini diakui Lurah Legok, Rahmansyah.
Ia juga meluapnya sungai batanghari tersebut disebabkan karena tingginya intensitas hujan di wilayah hulu, sehingga menyebabkan debit Sungai Batanghari di Kota Jambi meningkat.
“Meski demikian, banjir baru merendam pekarangan rumah warga, belum sampai masuk ke dalam rumah,” katanya.
Memang beberapa akses jalan utama di kawasan itu mulai terendam, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Menurutnya, pihaknya juga menyiapkan posko terpadu penanganan banjir di kelurahan legok, hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
7. Hari Pertama Ramadan: Pasar Bedug Picu Kemacetan

Pasar bedug hari pertama Ramadan berdampak pada kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kelurahan Handil jaya, kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.
Dikutip dari TribunJambi.com, hal itu terjadi sejak menjelang sore hari hingga waktu berbuka puasa tiba, Selasa (12/03/2024).
Karena pasar bedug yang didirikan di lokasi ini menggunakan salah satu sisi jalan utama kurang lebih sepanjang 50 meter.
Penutupan jalan itu membuat kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat harus beralih ke sisi sebelahnya yang tetap dapat digunakan.
Belum lagi parkir yang dilakukan di pinggir jalan yang cukup memakan space bagi para pengendara kendaraan bermotor.
Karena suasana Ramadan hari pertama, masyarakat yang keluar rumah untuk membeli takjil di pasar bedug atau sekedar ngabuburit pun cukup meramaikan jalan.
(TribunJambi.com)
Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.