Jambi dalam Sepekan
TOP 7 Jambi Sepekan: Misteri Tewasnya Santri di Tebo, Kios Terbakar, Adik di Tanjabar Bunuh Kakak
Simak kilas kejadian dalam sepekan di sejumlah wilayah Jambi termasuk Kota Jambi, Kabupaten Tebo, Batanghari hingga Tanjabar, 10-16 Maret 2024.
TRIBUNJAMBI.COM - Berikut kilas balik peristiwa-peristiwa yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi dalam sepekan.
Peristiwa-peristiwa pada rentang waktu 10-16 Maret 2024 yang dirangkum ini terjadi di sejumlah wilayah termasuk Kota Jambi, Kabupaten Tebo, Batanghari hingga Tanjung Jabung Barat.
Dari sekian kejadian dalam sepekan, TribunJambi.com merangkumnya menjadi Top 7 peristiwa yang terjadi di Jambi.
Dirangkum dari TribunJambi.com, simak Top 7 peristiwa pilihan untuk Jambi Sepakan:
1. Misteri Tewasnya Santri di Ponpes Tebo

Kasus kematian Airul Harahap, santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Mujawwidin Unit 6 Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo masih jadi misteri.
Lantaran, lima bulan kasus ini berjalan hingga sekarang belum ada penetapan tersangka dari kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Tebo, Iptu Yoga Susanto mengakui pihaknya masih memiliki kendala dalam mengungkap misteri kian Airul.
"Masih terus berjalan, sekarang masih tahap penyidikan," kata Iptu Yoga, Kamis (15/3/2024) dikutip dari TribunJambi.com.
Dia menerangkan bahwa belum adanya tersangka hingga saat ini karena pihak kepolisian masih kekurangan alat bukti.
Yoga mengatakan hingga kini pihaknya masih mencari petunjuk-petunjuk dalam penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
"Masih terus mencari alat bukti. Kita sudah sampaikan ke pihak keluarga pelaksanaannya, termasuk kendala-kendalanya," ungkapnya.
Airul Harahap ini ditemukan meninggal pada Selasa (14/11/2023) sekira pukul 17:30 WIB di lantai tiga atau rooftop asrama An-Nawawi Ponpes Raudhatul Mujawwidin.
Berdasarkan surat keterangan kematian dari Klinik Rimbo Medical Centre disebut akibat tersengat listrik. Namun hasil autopsi yang disampaikan oleh keluarga Airul meninggal akibat benda tumpul.
Kemudian, SPDP yang dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Tebo, dituliskan pasal 351 tentang penganiayan. Namun belum dicantumkan nama tersangka.
Salim Harahap mengungkapkan sejam sebelum kejadian itu, dirinya dan istri masih berkomunikasi melalui sambungan telepon.
Ia merasa janggal dengan peristiwa itu sebab pihak keluarga tidak dikabari soal kematian anaknya. Selain itu ditemukan bekas luka di bagian bibir, siku tangan dan bagian kaki korban.
Kemudian, pada Senin (20/11) lalu, makam Airul dilakukan pembongkaran dan kemudian diautopsi untuk menyelidiki penyebab kematian.
Autopsi tersebut atas persetujuan pihak keluarga dalam kepentingan pengungkapan kasus ini. Hasilnya diketahui penyebab kematian Airul karena benda tumpul.
Baca juga: Pemkab Tanjab Timur Gelar Safari Ramadhan di Desa Majelis Hidayah Kecamatan Kuala Jambi
2. Adik Bunuh Kakak di Tanjabar

PL (44), buruh tani di RT 20, Simpang Rambutan, Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka.
Pembunuhan kakak kandung oleh adiknya itu terjadi di pondok areal kebun sawit camp A wilayah setempat, Rabu (13/3/2024) pagi.
Tersangka pembunuhan yang merupakan adik dari korban, berinisial DN (39), merupakan warga RT 028, Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
"Pelaku ini adik kandung dari korban, jadi pelaku dan korban masih hubungan keluarga," kata Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Agung Basuki, melalui Kapolsek Tungkal Ulu, AKP Ivan Ripa'i, Rabu (13/3) malam, seperti dikutip dari TribunJambi.com.
AKP Ivan menuturkan polisi menerima laporan peristiwa yang terjadi sekira pukul 08.30 WIB itu dari masyarakat.
Begitu menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Tungkal Ulu dipimpin kapolsek langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, polisi menemukan tubuh PL sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sejumlah luka bacok ada di pipi dan leher sebelah kiri.
Beberapa saat pascakejadian, di hari yang sama sekira pukul 10.00 WIB, setelah penyelidikan, polisi menerima informasi dari masyarakat bahwa pelaku merupakan adik kandung korban, berinisial DN.
"Tidak tinggal diam, anggota kita langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi terduga pelaku DN sedang berada di salah satu rumah. Anggota langsung menuju lokasi mendapati terduga pelaku DN," ungkapnya.
AKP Ivan Ripa'i, menuturkan pelaku DN menyerahkan diri di rumah saudara semarganya.
"Pelaku menyerahkan diri di rumah yang semarga dengan tersangka atas nama Rayun Nainggolan, alamat blok kosong Rawang Kempas," ujarnya.
Saat penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan. "Tersangka tidak ada melakukan perlawanan," ujarnya.
Kepada polisi, DN mengaku membunuh abangnya karena emosi dan sakit hari lantaran selalu disuruh-suruh.
Baca juga: Pemkab Tanjab Timur Gelar Safari Ramadhan di Desa Majelis Hidayah Kecamatan Kuala Jambi
3. Banjir "Betah" Melanda Batanghari

Akibat luapan Sungai Batanghari, saat ini hampir tiga bulan warga di RT 09 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari diterpa bencana banjir.
Ketua RT 09 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara Bulian, Umar Hadi mengungkapkan bahwa ada 53 Kepala Keluarga (KK) di wilayahnya yang terdampak banjir sejak akhir Desember tahun lalu.
"Ini mulai naik air Desember akhir kemarin, terus sempat turun. Ini masih naik dan belum turun-turun lagi," kata Umar pada Selasa, (12/3/2024) seperti dikutip dari TribunJambi.com.
Umar mengatakan bahwa banjir ini merupakan salah satu banjir yang durasinya paling lama terjadi diwilayah.
Ia mengatakan saat ini tinggi air diwilayah RT 09 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara sudah mencapai satu meter.
"Disini satu meteran, kalau masuk kedalam itu kemungkinannya 1,5 meter sampai dua meter," jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Umar juga mengatakan bahwa aktivitas masyarakat diwilayahnya khusus pada saat Ramadhan ini cukup tergganggu.
Ia mengatakan aktivitas masyarakat, seperti solat tarawih ikut terganggu. Dimana akses jalan menuju langgar tempat tarawih juga digenangi air.
"Sembahyang tarawih tidak bisa banyak, warga kalau mau ke Mushola tergenang air," ujarnya.
4. Kebakaran Kios Gorengan di Kota Jambi

Kebakaran menghanguskan sebuah kios sayuran dan gorengan Jalan Depati Parbo RT 11 Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi pada Jumat, (15/3/2024).
Tim Pemadam Kebakaran Kota Jambi telah menunjukkan respons yang cepat dan efisien dalam menanggapi laporan kebakaran dengan menurunkan 30 tim dan 6 armada.
Dalam waktu hanya 7 menit, tim pemadam tiba di lokasi kejadian, dan melakukan pemadaman.
Operasi pemadaman kebakaran dipimpin oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi.
"30 personil kami kerahkan dengan 6 armada pemadaman. Air yang digunakan 24.000 Liter," kata Mustari seperti dikutip dari TribunJambi.com.
Kata dia, api telah berhasil dipadamkan dengan lancar dan aman dalam waktu 66 menit.
"Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan, sementara tidak ada laporan cidera dari petugas maupun warga sekitar," katanya.
Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti dari kebakaran tersebut.
5. 3 Orang yang Rusak Kantor Gubernur Jambi kini Buron

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi telah mengidentifikasi 3 orang yang masuk Daftar Pencarian Orang kasus pengerusakan kantor gubernur Jambi, oleh massa aksi KS Bara pada Februari lalu.
Tiga orang yang masuk dalam Daftar Pencairan Orang (DPO) tersebut, ialah F, SS dan SW. Ketiga orang itu merupakan warga Jambi dan salah satunya merupakan warga provinsi Sumatera Selatan.
Kanit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi AKP Irwan mengatakan, kepolisian telah melakukan identifikasi dan mengejar 3 orang tersangka pelaku pengerusakan kantor gubernur Jambi.
"Sudah kita identifikasi, sudah kita ketahui namanya Inisial F, SS dan SW yang sekarang masih dalam pengejaran unit kita," kata AKP Irwan, Kamis (14/3/2024) seperti dikutip dari TribunJambi.com.
Ketiga orang yang masih dikejar oleh pihak kepolisian ini, awlanya telah dilakukan pemanggilan. Namun, ketiga mangkir polisi mengejar para pelaku yangb bersama-sama melakukan pengerusakan kantor gubernur Jambi.
"Kita awlanya sudah lakukan pemanggilan sebanyak 2 kali pada para tersangka ini, tapi meraka tidak menghindahkan panggilan kita dan kita lakukan upaya paksa. Pelaku sudah melarikan diri," ujarnya.
Irwan menyatakan, pihaknya sudah dua kali mengecek rumah para pelaku di kabupaten Batanghari, Sarolangun tetapi meraka tidak ada di rumah.
Polisi juga telah melakukan penyelidikan terhadap para pelaku, apakah meraka telah kabur keluar dari provinsi Jambi.
"Kita sudah datangi rumah pelaku di wilayah Batanghari dan Sarolangun. Makanya kita lakukan penyelidikan lagi bersama unit, apakah dia ada diluar kota atau masih di Jambi," ungkapnya.
Sementara itu, proses hukum satu pelaku yang berhasil diamankan sebelum masih berjalan. Saat ini kepolisian tengah memperpanjang massa tahanan satu pelaku tersebu, dan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan.
6. Banjir di Kota Jambi

Debit Sungai Batanghari mencapai 14.65 meter pada Kamis sore (14/3/2024). Kembali naik dari sepekan lalu yang diangka 14.39 meter.
Data tersebut di himpun melalui penjaga pintu air kawasan Ancol, Kota Jambi, Syahruddin.
Ia mengaku kembali tingginya debit sungai Batanghari ini karena tingginya intensitas hujan di huluan sungai Batanghari.
“Daerah hulu masih banjir. Sumbar juga masih banjir, kemungkinan kita di Kota Jambi ini akan naik lagi,” katanya, Kamis (14/3/2024) seperti dikutip dari TribunJambi.com.
Di sisi lain, dengan ketinggian debit sungai saat ini, Kawasan Legok, Kecamatan Danau Sipin masih tergenang banjir.
Setidaknya ada 2.000 rumah di kelurahan Legok yang kembali terdampak banjir. Padahal beberapa waktu sebelumnya sempat surut.
Hal ini diakui Lurah Legok, Rahmansyah.
Ia juga meluapnya sungai batanghari tersebut disebabkan karena tingginya intensitas hujan di wilayah hulu, sehingga menyebabkan debit Sungai Batanghari di Kota Jambi meningkat.
“Meski demikian, banjir baru merendam pekarangan rumah warga, belum sampai masuk ke dalam rumah,” katanya.
Memang beberapa akses jalan utama di kawasan itu mulai terendam, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Menurutnya, pihaknya juga menyiapkan posko terpadu penanganan banjir di kelurahan legok, hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
7. Hari Pertama Ramadan: Pasar Bedug Picu Kemacetan

Pasar bedug hari pertama Ramadan berdampak pada kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kelurahan Handil jaya, kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.
Dikutip dari TribunJambi.com, hal itu terjadi sejak menjelang sore hari hingga waktu berbuka puasa tiba, Selasa (12/03/2024).
Karena pasar bedug yang didirikan di lokasi ini menggunakan salah satu sisi jalan utama kurang lebih sepanjang 50 meter.
Penutupan jalan itu membuat kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat harus beralih ke sisi sebelahnya yang tetap dapat digunakan.
Belum lagi parkir yang dilakukan di pinggir jalan yang cukup memakan space bagi para pengendara kendaraan bermotor.
Karena suasana Ramadan hari pertama, masyarakat yang keluar rumah untuk membeli takjil di pasar bedug atau sekedar ngabuburit pun cukup meramaikan jalan.
(TribunJambi.com)
Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.