Fimalenial
Umi Muabidah Mahasiswi UIN STS Jambi, Aktif Jadi Volunteer di Luar Negeri
Pantang menyerah jika punya keinginan, iulah gambaran sosok Umi Muabidah, seorang mahasiswi UIN Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pantang menyerah jika punya keinginan, itulah gambaran sosok Umi Muabidah, seorang mahasiswi UIN Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi.
Umi yang berkuliah di jurusan Tadris Bahasa Inggris sudah sejak lama melibatkan diri dalam program-program pengembangan dari luar kampus.
"Karena di kampus menurutku hanya dapat 25 persen ilmu yang kita butuhkan. Selebihnya kita harus mencari sendiri dari luar, makanya aku coba dari berbagai kegiatan eksternal kampus," ungkapnya.
Perempuan manis akrab disapa Bidah atau Umi ini ikut kegiatan-kegiatan sosial dan pendidikan dari berbagai yayasan.
"Kegiatan terakhir yang ke tiga negara Asean itu diselenggarakan oleh Garuda Nusa Youth Development Center. Mereka sudah punya legalitasnya sendiri, SK Kemenkumham, dan notaris sendiri. Jadi InsyaAllah nggak ada human trafficking ya, takutnya kan begitu ya jual beli manusia. Aku sudah cek legalitasnya," ceritanya perlahan.
Baca juga: Puluhan Mahasiwa Ikuti Workshop Meliput Isu Lingkungan yang Digelar AJI Jambi
Baca juga: Heboh Dugaan Kecurangan Komisioner KPU Merangin, KPU Provinsi Jambi Angkat Bicara
Saat ini dirinya tengah berada di semester 6 perkuliahan, dan mulai aktif berkegiatan sejak semester 2 menduduki bangku kuliah.
Ketika itu Bidah ikut dalam seleksi Pertukaran Pelajar Antar Negara (PPAN) yang ketika terseleksi 60 besar membuat sebuah komunitas non profit bergerak di bidang literasi budaya.
"Nah mulai dari situ deh aku suka kegiatan sosial, berbau volunteering, pengabdian masyarakat," katanya menceritakan kegiatan yang mulai dinikmatinya.
Dirinya menikmati kegiatan sosial dan pendidikan karena banyak belajar kebaikan hidup, cara bersosialisasi, cara menghadapi masalah yang tiba-tiba datang.
Terlebih lagi, Bidah berpikir bahwa kegiatan-kegiatan tersebut perlu memiliki pemikiran kritis lebih daripada teman-teman yang tidak terlibat maupun melibatkan diri dalam kegiatan eksternal kampus. Sehingga dapat mengasah diri dalam berpikir secara kritis.
"Karena ada problem yang tiba-tiba datang. Kita tidak pernah membayangkan sebelumnya, dan harus diselesaikan saat itu juga. Dari situ aku belajar banyak hal. Jadi kayak gelas kosong yang aku bawa sebelum kegiatan, dan selama kegiatan itu benar-benar terasa terisi penuh," ucapnya sedikit sumringah.
Dengan identitas dia sebagai mahasiswi Tadris Bahasa Inggris ini, dianggapnya bisa jadi stimulus atau batu loncatan kedepannya.
"Lulus S1 aku mau lanjut S2 dengan jurusan yang sama. Otomatis aku mau menjadi dosen," katanya.
Dia hendak berkarir di dunia akademik atau menjadi akademisi. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, dianggap bisa menjadikan semua hal ini sebagai riset terutama daerah terpencil dan tertinggal.
Setelah perjalanan panjang di dunia volunteering ini, dirinya pun menganggap pendidikan dan sosial itu penting. Terlebih ketika di Singapura, ia melihat bahwa mereka tidak punya pulau, komoditas pangan sebesar dan sebanyak Indonesia. Tetapi mereka punya sumberdaya manusia yang menurutnya berkualitas. Sehingga pendapatan perkapita Singapura melejit di atas Indonesia.
Baca juga: Prospek Saham BBRI 2024 Diramal Cerah dan Targetkan Alami Pertumbuhan Kredit Double Digit
Baca juga: Cedea Goes to School SD Unggul Sakti Jambi, Kampanye Makan Ikan dengan Cara Menyenangkan
Kebakaran di Tanjabtim, Rumah Panggung Bustami Ludes Terbakar Gegara Ini |
![]() |
---|
Beredar Isu Makan Siang Gratis Dibiayai dari Dana BOS, Ini Kata Cawapres Gibran |
![]() |
---|
Ribut saat Rapat Dua Pejabat Wanita Pemkab Bantaeng Saling Lempar Botol |
![]() |
---|
Heboh Dugaan Kecurangan Komisioner KPU Merangin, KPU Provinsi Jambi Angkat Bicara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.