Berita Viral

Viral Aksi Menlu Retno Marsudi Tinggalkan Sidang Saat Dubes Israel Pidato: Indonesia Menolak Keras!

Nama Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mendadak viral di sosial media usai mendadak tinggalkan sidang terbuka di Dewan Keamanan PPP.

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
ist
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sidang terbuka di Dewan Keamanan PPP. 

Lebih jauh Menlu Retno mengatakan, ancaman perang besar-besaran di Timur Tengah adalah bahaya yang nyata, menanyakan apakah Dewan Keamanan PBB akan tinggal diam terkait itu.

"Akankah Dewan ini tinggal diam menghadapi niat tersebut? Ancaman perang besar-besaran di Timur Tengah adalah bahaya yang nyata," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menekankan tiga hal terkait dengan situasi yang terjadi di Gaza saat ini.

"Pertama, kami menuntut gencatan senjata segera dan permanen," ujar Menlu Retno.

Dijelaskan Retno, ini akan menjadi penentu segalanya, dan terpenting, ini akan memberi ruang untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza.

"Mulailah melakukan upaya pasca-konflik rekonstruksi, dan proses solusi dua negara,"ujarnya.

Lanjut Retno, sangat penting untuk mendukung pekerjaan UN Senior Humanitarian and Reconstruction Coordinator untuk membuka jalan bagi pemberian bantuan kemanusiaan di Gaza.

"Kedua, Palestina harus segera diberikan keanggotaan penuh di PBB," kata dia.

Retno menilai, hal ini penting untuk memulai upaya yang adil dan seimbang dalam mencapai solusi dua negara dan untuk menghentikan agresi brutal Israel.

"Dan ketiga, menghentikan aliran senjata ke Israel," kata Menlu Retno.

Dikatakan Retno, setiap senjata yang dikirim ke Israel dapat digunakan untuk membunuh warga sipil yang tidak bersalah.

Diketahui, dalam pidatonya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan keberatannya terhadap ide gagasan pembentukan Negara Palestina, sebagai bagian dari solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel.

Dalam pertemuan ini, tak hanya Indonesia dan negara-negara mayoritas muslim lainnya, Amerika Serikat sebagai sekutu Israel dan sejumlah negara Barat, juga mendukung solusi dua negara dengan kemerdekaan Palestina. Namun, hal itu tidak bisa diterima oleh Israel.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved