WAWANCARA EKSKLUSIF

Ikan Tapah, dari Sungai hingga Jadi Batik, Bincang Bareng Iktiolog Unja, Dr Tedjo Sukmono

Ikan tapah atau Wallago, merupakan genus beberapa ikan berkumis (Siluriformes). Ikan berukuran besar yang bisa mencapai 1,5 meter ini merupakan

|
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Iktiolog yang juga dosen Universitas Jambi, Dr Tedjo Sukmono, bersama Manajer Liputan Tribun Jambi, Deddy Rachmawan. 

Berdasarkan data ikan Jambi ini dulunya ada sekitar 300 spesies, namun pada 2010 hanya tinggal 130-an, dan sekarang tinggal 100-an saja. Dalam artian terjadi penyusutan, sangat berkorelasi jika kita lihat dari awal mula munculnya pertambangan ilegal di Jambi.

Pada tahun 2022 saya bersama BRIN melakukan ekspedisi menyusuri Sungai Batanghari, terutama di kawasan genangan atau danau biasanya ikan berkumpul bermigrasi dari sungai. Momen banjir menjadi momen bagi ikan untuk bermigrasi dan berpindah untuk mencari tempat kehidupan yang baru.

Ikan tapah sendiri lebih cenderung migrasi jangka pendek, atau sungai air tawar yang memiliki lubuk yang dalam, menjadi habitat paling favorit bagi ikan tapah.

Di Jambi terdapat lubuk larangan. Seberapa efektif peran lubuk tersebut?

Dengan adanya sanksi atau aturan larangan mengambil ikan di lubuk tersebut, secara tidak langsung cukup efektif untuk menjaga atau melindungi ekosistem keberlangsungan ikan tadi. Dan itu juga nilai positif bagi masyarakat yang lebih menghargai hukum alam. (abdullah usman)

Baca juga: Viral, Nenek Nenek di Jambi Tangkap Ikan Tapah Ukuran Jumbo

Baca juga: Peluang RI Jadi Makin Besar Sebagai Pemasok Lobster, Ada Kekhawatiran Terhadap Pembudidaya Lokal

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved