WAWANCARA EKSKLUSIF
Ikan Tapah, dari Sungai hingga Jadi Batik, Bincang Bareng Iktiolog Unja, Dr Tedjo Sukmono
Ikan tapah atau Wallago, merupakan genus beberapa ikan berkumis (Siluriformes). Ikan berukuran besar yang bisa mencapai 1,5 meter ini merupakan
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
Apakah ikan tapah ini bisa dibudidayakan seperti ikan ikan pada umumnya?
Pada dasarnya semua ikan dapat dibudidayakan dengan teknologi yang ada saat ini, tergantung mana yang menjadi prioritas.
Selama penelitian, bapak, ada tidak orang yang melakukan budidaya ikan tapah itu sendiri?
Sejauh ini belum ada.
Tadi Bapak singgung ikan tapah menjadi ikon dan juga motif batik menjadi simbol budaya juga. Dari kacamata keilmuan, fenomena itu bagaimana?
Kalau dari keilmuan, kita memandang itu sebuah kajian ilmu sains, dan itu menunjukan bahwa masyarakat sekitar mengenal dengan baik ikan tapah tersebut. Dengan cara lain untuk melestarikan atau memperkenalkan ikan asli Jambi tersebut.
Di Jambi sendiri sejatinya tidak hanya ikan tapah saja yang dijadikan motif batik, ada seluan, botia, jelawat kalau kita lihat itu menjadi penanda atau maskot bahwa ikan ikan tersebut tinggal di daerah itu.
Saat ini, saya juga tengah melakukan penelitian terkait makanan berbahan dasar ikan, dan cukup banyak makanan yang berbahan dasar ikan mulai dari fermentasi, siap saji seperti pepes dan lainnya.
Apa yang membedakan jenis bahan makanan berbahan dasar ikan, baik dari wilayah uluan ataupun dari wilayah ilir?
Lain lubuk lain ikan. Kalau kita susuri dari hulu ke hilir, tentu memiliki perbedaan. Meskipun bahannya sama, namun namanya beda ataupun mungkin sebaliknya.
Di Provinsi Jambi terdapat beberapa atau belasan ikan endemik yang terancam punah, mungkin bisa dijelaskan, Pak?
Secara jejak digital, jika kita menunjukan sebuah foto ke warga lokal. Maka mereka mengatakan dulu pernah ada ikan ikan seperti itu. Dari situ juga bisa dikategorikan ikan ikan itu terancam punah ataupun mungkin sudah punah.
Saat ini juga beberapa ikan sudah dilindungi karena terancam punah tadi, satu diantaranya ikan belida yang jika kita melakukan jual beli makan dagingnya sudah tidak boleh lagi, termasuk arwana.
Apa faktor yang menyebabkan ikan ikan itu mulai sulit ditemukan atau hilang punah?
Beberapa teori mengatakan ada empat poin yang menjadi sebab. Penangkapan berlebihan, kerusakan habitat, pencemaran, alih fungsi lahan. Di mana dari empat poin tadi, di Jambi ada semua.
Saksi Kata, Anggota HMI Dikeroyok di UIN STS Jambi hingga Kepala Bocor |
![]() |
---|
Saksi Kata: Sesepuh Kenali Asam Atas Kota Jambi Siap Mati, Heran Zona Merah Pertamina |
![]() |
---|
SAKSI KATA Pasien Somasi RSUD Kota Jambi, Pengacara: Anak 4 Tahun Meninggal |
![]() |
---|
Juliana Wanita SAD Jambi Pertama yang Kuliah, Menyalakan Harapan dari Dalam Rimba |
![]() |
---|
SAKSI KATA: Pengakuan Rosdewi Ojol Jambi yang Akunnya Di-suspend karena Ribut vs Pelanggan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.