Gepeng di Kota Jambi Disisir
Fakta Lain dari Ican Si Badut Jalanan di Kota Jambi
Mudahnya mengumpulkan uang dengan menjadi manusia badut, Ican mampu penuhi kebutuhan biaya kontrakan, susu anak hingga memakai sabu.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mudahnya mengumpulkan uang dengan menjadi manusia badut, Ican mampu penuhi kebutuhan biaya kontrakan, susu anak hingga memakai sabu.
Terlepas dari hina atau tidaknya tindakan meminta dengan cara manusia badut, faktanya kegiatan tersebut cukup menjanjikan penghasilan.
Ican (34) misalnya, sebagai perantau dari wilayah Sumsel dengan ikut serta kedua anak dan istrinya. Dengan profesi sebagai manusia badut mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Dalam seminggu itu bisa mengumpulkan hingga Rp500 ribu, termasuk untuk biaya susu anak, kontrakan 600 ribu per bulan dan makan biaya jajan serta makan minum," tuturnya.
Pendapatan tersebut di luar dari biaya sewa kostum, yang didapatnya dari salah satu pemilik atau jasa sewa di kawasan Kuburan Cina sebesar Rp30 ribu per hari.
Tidak sampai disitu, fakta lain yang cukup mengejutkan dengan profesinya sebagai manusia badut jalanan. Dirinya juga bisa jajan narkoba untuk menemani dirinya saat bekerja.
Hal itu diungkapkan, saat menjalani pemeriksaan di Kantor Dinas Sosial Kota Jambi usai diamankan saat melakukan aksinya di kawasan Jamtos Jambi.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, berdasarkan pengakuannya masyarakat yang merasa iba dan memberinya uang nominalnya tidak selalu rata sama.
"Terkadang ada yang ngasih Rp.2000, 5.000 bahkan ada juga yang sampai 10.000," tuturnya.
Alasan dirinya jauh merantau dari Sumsel ke Kota Jambi, singin mengadu nasib. Namun mendapat ide menjadi badut ini dari rekannya yang juga seorang badut jalanan.
"Awalnyo sudah keliling cari gawe dak katek, laju ade kawan nawari milu jadi badut. Galak lah daripado dak begawe," tandasnya.
Baca juga: Pengakuan Manusia Badut di Jambi, Sehari Bisa Dapat Ratusan Ribu
Baca juga: Modus Manusia Gerobak Minta Belas Kasihan, Dinsos Kota Jambi: Warga Lebih Baik Donasi Selektif
Baca juga: Manusia Gerobak Berkedok Masih Marak saat Ramadan di Kota Jambi Walau Jumlahnya Tinggal 30 Persen
Syofni Herawati Minta Dinsos Jangan Bosan Membina PMKS: Sulit Untuk Dihilangkan |
![]() |
---|
Kota Jambi Dinilai Ramah bagi Gepeng, Pengamat: Awasi Lalu Lintas Pendatang Masuk Keluar Jambi |
![]() |
---|
Selain Gepeng, Dinsos Kota Jambi juga Angkut Anak Punk di Simpang Rimbo |
![]() |
---|
Terima Laporan Anak Punk Pungut Sumbangan Korban Kebakaran Legok, Dinsos Lakukan Pendalaman |
![]() |
---|
Pengakuan Manusia Badut di Jambi, Sehari Bisa Dapat Ratusan Ribu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.