Berita Viral

Buktikan Kecurangan PPDB, Orang Tua di Tangerang Nekat Ukur Jarak Rumah ke Sekolah Pakai Meteran

Orang tua di Tangerang nekat mengukur jalan pakai meteran untuk membuktikan kecurangan yang terjadi pada PPDB 2023 khususnya jalur zonasi di Banten.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/Kolase Tribun Jambi
Orang tua di Tangerang nekat mengukur jalan pakai meteran untuk membuktikan kecurangan yang terjadi pada PPDB 2023 khususnya Jalur Zonasi di Provinsi Banten. 

Ia juga mengaku telah menelusuri beberapa siswa yang diterima dengan jarak terdekat.

Namun, ia tak menemukan hasil karena jaraknya yang justru lebih jauh.

"Gak ketemu siswanya di depan tadi, gak ada yang daftar di SMA, makannya bingung ini, kacau,” ujarnya.

Baca juga: Anies Baswedan Belum Umumkan Wakilnya, Nasdem: Belum Urgent, Utamakan Konsolidasi Bukan Cawapres

Baca juga: Ridwan Kamil tak Tertarik jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Konsisten Dukung Airlangga Calon Presiden

Baca juga: Berkaca dari Kekalahan Pilpres 2014 2019, Prabowo Subianto Diminta Pilih Cawapres dari NU

"Posisi siswa yang didepan kita cek nama Sab*** tidak ada, adanya kata ketua RW kemungkinan ada di belakang, tapi kan itu lebih jauh lagi jaraknya dari SMA," kata dia.

"Makanya itu posisinya SMA 5 ngukur jaraknya gimana," ujar Ayip Amir heran.

Kini, video aksi orangtua siswa mengukur jarak ke sekolah itu menyita perhatian warganet.

Tak sedikit warganet yang memberikan komentar beragam soal PPDB jalur zonasi yang dinilai kontroversi.

Sejumlah warganet pun curiga banyaknya kecuringan dalam sistem zonasi tersebut.

Ada juga warganet yang menyarankan agar pemerintah kembali memberlakukan sistem nilai.

Berikut komentar warganet atas aksi Ayip.

“Orangtua yg melakukan kecurangan dan sekolah ikut juga menerima kecurangan, kasian anaknya pak, dia sekolah udah gak halal, ilmunya gak berkah... Sekolah dimanapun sama bagusnya, cuma gara2 gak di sma favorit jd berlaku curang”

“Masih mending lewat Nem atau nilai murni UN.. Terbukti kualitasnya di sekolah.. banyak sekolah favorit yg dari dulu terkenal ketat persaingannya, setelah adanya zonasi jadi menurun kualitas anak didiknya.. ini dirasakan semua guru.. namun apapun itu semoga ada jalan keluar yang bisa menjadi solusi saat ini.. semoga pendidikan Indonesia secepatnya menjadi lebih baik lago,”

“Luar biasa perjuangan org tua utk menyekolahkan anaknya.. Semangat Bapak2..”

“Lah emang ga ada sosialisasi penghitungan jarak itu ditarik secara garis lurus? Gunanya google maps apa dong”

“PPDB Zonasi jadi ajang jual beli bro, banyak kasusnya di daerah gue dari tahun lalu,” tulis beragam komentar warganet.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved