Berita Viral

Buktikan Kecurangan PPDB, Orang Tua di Tangerang Nekat Ukur Jarak Rumah ke Sekolah Pakai Meteran

Orang tua di Tangerang nekat mengukur jalan pakai meteran untuk membuktikan kecurangan yang terjadi pada PPDB 2023 khususnya jalur zonasi di Banten.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/Kolase Tribun Jambi
Orang tua di Tangerang nekat mengukur jalan pakai meteran untuk membuktikan kecurangan yang terjadi pada PPDB 2023 khususnya Jalur Zonasi di Provinsi Banten. 

TRIBUNJAMBI.COM - Orang tua di Tangerang nekat mengukur jalan pakai meteran untuk membuktikan kecurangan yang terjadi pada PPDB 2023 khususnya Jalur Zonasi di Provinsi Banten.

Pembuktian tersebut dilakukannya dengan mengukur jarak dari rumahnya ke sekolah.

Hal itu dilakukannya dilatarbelakangi sang anak tidak diterima di SMA 5 Kota Tangerang melalui Jalur Zonasi.

Aksi orang tua calon siswa yang viral di media sosial itu mendapat dukungan dari masyarakan khusunya netizen yang menyaksikan video tersebut.

Orang tua yang melakukan aksi viral tersebut bernama Ayip Amir, warga Kota Tangerang.

Dia mengukur jarak antara rumahnya dengan sekolah tersebut menggunakan meteran gulung.

Lokasi sekolah yang diukur jaraknya itu berada di Jalan Ciujung Raya, Perumnas I, Kota Tangerang.

Ayip Amir mengungkapkan aksinya itu dilakukan lantaran kecewa dengan pihak sekolah. Sebab anaknya tidak diterima di SMA 5 Kota Tangerang pada PPDB 2023 melalui Jalur Zonasi.

Baca juga: Anak Tak Diterima PPDB Zonasi, Orang Tua Nekat Ukur Jarak dari Rumah ke Sekolah Pakai Meteran: Kacau

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Ibunda Pengantin Baru yang Kurung Suami di Kamar Mandi Lalu Kabur, Baru Kenal?

Baca juga: Berita KKB Papua Hari Ini, Mahfud MD Buka Suara Soal Uang Tebusan Rp 5 M Bebaskan Pilot Susi Air

Ayip heran, karena siswa yang diterima lewat jalur zonasi, ada yang jarak rumah-sekolah hanya 59 meter.

Nyatanya, di rumah-rumah pada jarak 59 meter tersebut, tidak ada anak yang bernama sesuai dengan yang dinyatakan lolos Jalur Zonasi.

Dalam keterangan disebutkan, Ayip mengukur jarak terdekat dari pemukiman warga ke SMAN 5 Kota Tangerang secara manual menggunakan meteran.

Ayip didampingi putranya untuk mencari peserta yang dipastikan diterima di SMAN 5 Kota Tangerang, yang rumahnya berjarak kurang dari 100 meter dari sekolah.

"Kami sengaja membawa meteran, biar puas sekalian kita cari itu nama siswa yang tertera dari 59 meter hingga 100 meter dan hasilnya nihil tidak ada satupun nama siswa di dekat sekolah itu,” ujar Ayip Amir, dikutip Kamis (13/7/2023).

Dalam video yang beredar, Ayip terlihat membawa meteran mengukur jarak dari sekolah ke salah satu rumah siswa.

Ayip mengatakan heran karena tak ada siswa yang terdekat tertera yang mendaftar ke SMAN 5 Kota Tangerang tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved