Kasus Penganiayaan

Kata Polisi dan Respon Keluarga David Ozora Soal Mario Dandy Leluas Lepas Pasang Kabel Ties Viral

Kepolisian dan keluarga David Ozora menanggapi video viral yang memperlihatkan Mario Dandy Satriyo leluasa lepas pasang borgol plastik atau kabel ties

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Pihak kepolisian dan keluarga korban penganiayaan, David Ozora menanggapi video viral yang memperlihatkan Mario Dandy Satriyo leluasa lepas pasang borgol plastik atau kabel ties. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pihak kepolisian dan keluarga korban penganiayaan, David Ozora menanggapi video viral yang memperlihatkan Mario Dandy Satriyo leluasa lepas pasang borgol plastik atau kabel ties.

Anak eks pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo juga tersenyum saat minta maaf ke putra petinggi GP Ansor itu.

Video Mario Dandy yang beredar itu terlihat memasang kabel ties sendiri.

Bahkan video itu viral di berbagai media sosial dan mendapat banyak komentar dari netizen.

Terkait hal itu, Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa video tersebut sudah melalui proses editing.

Video Mario bebas melepas-memasang kabel ties dikatakan polisi merupakan potongan dari dua peristiwa.

Sementara itu, dari pihak keluarga korban penganiayaan, yakni David Ozora, turut merespons adanya video itu.

Fakta-fakta Viral Video Mario Dandy Satrio Lepas Pasang Kabel Ties

Baca juga: Kata Keluarga Korban Penganiayaan Mario Dandy Soal Proses Hukum Lamban: Berkutat di Polda dan Jaksa

Baca juga: Respon Satgas Operasi Damai Cartenz Soal KKB Papua Egianus Kogoya Ancam Tembak Pilot Susi Air

Berikut ini fakta-fakta video Mario Dandy melepas-memasang kabel ties sendiri, yang dirangkum Tribunnews.com, Minggu (28/5/2023):

Video Sudah Melalui Proses Editan

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, video Mario Dandy lepas pasang kabel ties sudah melalui proses editing dari dua peristiwa.

Trunoyudo mengatakan, video menggambarkan dua peristiwa yang digabungkan menjadi satu frame.

"Video tersebut menggambarkan dua peristiwa yang melalui proses editing digabungkan menjadi satu frame."

"Dengan menambahkan teks dan back sound effeck sehingga menimbulkan persepsi negatif," kata Trunoyudo kepada Tribunnews.com, Sabtu (27/5/2023).

Lokasi di Video Berada di Area Rutan Polda Metro Jaya

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved