Misteri Kematian Bripka Arfan Saragih

Profil Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman, Disorot Pada Kasus Kematian Bripka Arfan Saragih

Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman adalah lulusa akpol 2003, pernah bertugas di Polres Kota Bengkulu, Polres Berau, dan Polres Kutai Timur.

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
KOLASE TRIBUNJAMBI
Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman (kiri) dan Jeni Irene Simorangkir istri Bripka Arfan Saragih (kanan) 

Keterangan itu dibantah kuasa hukum keluarga korban, Fridolin Siahaan.

Dia mengatakan ada kejanggalan yang disampaikan polisi mengenai pemesanan racun sianida tersebut.

Sebab, kata Fridolin, bagaimana mungkin Bripka Arfan Saragih bisa memesan racun sianida lewat HP, sementara alat komunikasi korban disita Kapolres Samosir pada 23 Januari 2023.

Pada tanggal 23 itu merupakan waktu korban disebut memesan racun tersebut.

"Jadi kami di sini juga minta pendalaman siapa yang memesan itu, HP tersebut telah disita Kapolres tanpa sebab dan tanpa alasan, tanpa ada surat penyitaan dan lainnya," kata Fridolin.

Dia bilang, keterangan Kapolres Samosir dalam konfrensi pers di hadapan awak media, racun sianida itu dipesan secara online dari Bogor, Jawa Barat.

Sianida itu tiba pada tanggal 30 Januari, atau 7 hari setelah pemesanan.

Bahkan, racun itu sampai ke UPT Samsat Pangururan sekira pukul 21.49 WIB.

Yang jadi pertanyaan, jika racun tiba pada malam hari, siapa yang menerima racun tersebut.

Sementara kantor UPT Samsat Pangururan sudah tutup pada jam tersebut.

Bahkan, sudah tidak ada orang lagi di kantor pelayanan publik tersebut.

"Hasil tracking kami berdasarkan nomor resi barang itu diterima di kantor Samsat Pangururan. Itu juga kami pertanyakan. Apakah kantor tersebut buka sampai malam kan begitu," tanyanya.

Kejanggalan lainnya, ucapnya, saat Kapolres Samosir, AKBP Yogie menyampaikan di dalam keterangan pers 14 Maret lalu, racun tidak diketahui darimana.

Sedangkan tim digital forensik menemukan riwayat pencarian google pencarian racun.

Merasa janggal, keluarga mendesak polisi membuktikan sianida itu milik Bripka Arfan Saragih, dengan mengirim bukti pesanan online.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved