Kasus Penganiayaan
Kasus Mario Dandy Cs Aniaya David Ozora Segera Disidangkan, Berikut Jadwal dari Kejati DKI Jakarta
Kasus penganiayaan Mario Dandy Satriyo Cs terhadap David Ozora (17), putra pengurus GP Ansor segera disidangkan.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Kasus penganiayaan Mario Dandy Satriyo Cs terhadap David Ozora (17), putra pengurus GP Ansor segera disidangkan.
Adapun jadwal sidang yang melibatkan anak mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rafael Alun Trisambodo diperkirakan dalam satu atau dua bulan lagi.
Sidang akan dilakukan kata Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tergantung kelengkapan dari berkas perkara.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Reda Manthovani memperkirakan sidang kasus Mario Dandy akan digelar pada akhir Maret 2023 atau awal April 2023.
Berkas perkara saat ini telah diterima oleh Kejati DKI Jakarta untuk persiapan sidang kasus penganaiayaan tersebut.
"Tujuh hari selesai, misalkan surat sudah lengkap, P21, bisa jalan (sidang)."
"Ya kalau diperkirakan ini, tahap duanya bulan akhir Maret atau awal April, sudah bisa ini," jelasnya usai menjenguk David di RS Mayapada, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (16/3/2023).
Baca juga: Mario Dandy Cs Dilaporkan Lagi ke Polda Metro Jaya, Amanda: Pencemaran Nama Baik
Baca juga: Koper Merah di Semak-Semak Sempat Dikira Berisi Uang, Ternyata Isinya Mayat Pria Korban Mutilasi
Reda mengungkapkan karena kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur, diperkirakan membutuhkan waktu tujuh hari untuk mempelajari
Jika berkas perkara sudah dinyatakan lengkap atau P21, maka sidang dapat segera digelar.
Ia menuturkan bahwa setelah melihat kondisi David, hal itu akan menjadi pertimbangan.
Hal itu dikarenakan di dalam pasal penganiayaan ada tingkatan tertentu.
"Ada penganiayaan berat dan ada yang ringan."
"Setelah melihat kondisi David, walaupun kondisinya sudah mulai membaik, tetapi itu tetap termasuk penganiayaan berat," ujar Reda.
Reda pun mengatakan, selain tuntutan pidana akan ada tuntutan lain yang diperkirakan akan dilayangkan JPU kepada terdakwa yaitu restitusi atau ganti rugi terhadap korban atau keluarganya.
Hal tersebut sangat dimungkinkan setelah pihaknya melihat kondisi David.
Dandy dan Shane Lukas Jalani Pemeriksaan Psikologi Forensik
Polda Metro Jaya menggandeng Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) dalam melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka.
Mario Dandy Satrio dan Shane Lukas, jalani pemeriksaan psikologi forensik pada Kamis (16/3/2023).
Baca juga: Daftar Pejabat Negara yang Bergaya Hedon, Pamer Harta Berujung Dipanggil KPK dan Dipecat
Baca juga: Sosok Amanda yang Laporkan Mario Dandy ke Polda Metro Jaya Lantaran Tak Terima Disebut Pembisik
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa pemeriksaan psikologis terhadap para tersangka untuk melihat latar belakang dan perilaku dari mereka.
"Apsifor ini kan merupakan suatu metode, suatu konsep psikologis yang tentunya untuk melihat pada proses penegakan hukum ini, baik terhadap tersangka maupun saksi tetap dilakukan" ucapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (16/3/2023).
Kombes Trunoyudo menambahkan, pengungkapan kasus hukum juga menggunakan scientific crime investigation yang memadukan antara teknis dan ilmiah agar hasilnya bisa akurat.
"Kapolda Metro Jaya menyampaikan proses pengungkapan kasus menggunakan scientific crime investigation itu memadukan antara teknis tersebut, kemudian juga secara ilmiah sehingga hasilnya bisa akurat," tambahnya.
Sementara itu, pihak Anastasya Pretya Amanda alias APA melaporkan Mario ke Polisi terkait tudingan menjadi pemberi informasi pertama ke Mario soal perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan David kepada AG.
"Kita sudah LP (laporan Polisi) kan mereka, pasalnya tidak menutup kemungkinan tentang keterangan palsu," ucap Enita Edyalaksmita, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (16/3/2023).
Enita juga mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan antara APA dan Mario Dandy.
"Amanda memang tidak ada komunikasi, Amanda ini kan kuliah, kos di dekat universitasnya," ujar Enita.
"Kalau kepada David tahu tapi bukan teman, kalau sama AG kita nyatakan tidak tahu," jelasnya.
Enita menegaskan penggiringan opini yang selama ini terkait Amanda tidaklah benar.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Mourinho Ejek Juventus Dan Lazio Setelah AS Roma Mencapai Perempat Final Liga Europa
Baca juga: Dikabarkan Dekat dengan Seorang Dokter, Amanda Manopo Buka Suara
Baca juga: Verrell Bramasta Tegaskan Akan Mencari Calon Istri yang Seiman
Baca juga: Tuan Rumah Jadi Juara Umum MTQ ke-49 Kabupaten Merangin
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
kasus Mario Dandy
Mario Dandy Satriyo
David Ozora
penganiayaan
kejaksaan tinggi
DKI Jakarta
Shane Lukas
jadwal sidang
Direktorat Jenderal Pajak
Rafael Alun Trisambodo
Tribunjambi.com
Mario Dandy Cs Dilaporkan Lagi ke Polda Metro Jaya, Amanda: Pencemaran Nama Baik |
![]() |
---|
Amanda Ngaku Tak Kenal AGH, Bantah Jadi Pembisik Perbuatan Tak Baik David Ozora ke Pacar Mario Dandy |
![]() |
---|
Dituduh Jadi Provokator Penganiayaan David Ozora, Amanda Laporkan Mario Dandy Cs ke Polisi |
![]() |
---|
PPATK Temukan Rp 37 Miliar di Deposito Box Milik Rafael Alun Trisambodo: Diluar Rp 500 Miliar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.