Citizen Journalism

Sensus Penduduk 2020 Lanjutan: 'Harus Memilih'

Sensus Penduduk 2020 Lanjutan adalah rangkaian dari kegiatan sensus, namun sifat pendataannya adalah survei. Artinya hanya kepada rumah tangga terpil

Editor: Suci Rahayu PK
Istimewa
Ni Kadek Suardani, Kasi Integrasi Pengolahan Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi 

BACA artikel sebelumnya:

Baca juga: Sensus Penduduk 2020, Lanjut Lagi?

Baca juga: Sensus Penduduk 2020 Lanjutan: Syarat dan Ketentuan Berlaku

Pada tulisan saya sebelumnya diceritakan bahwa sekalipun Sensus Penduduk 2020 Lanjutan adalah rangkaian dari kegiatan sensus, namun sifat pendataannya adalah survei.

Artinya hanya kepada rumah tangga terpilih saja. Artinya lagi, bahwa sebelum petugas sensus turun ke lapangan, petugas sensus harus sudah memiki daftar nama-nama calon responden terpilih.

Urusan pilih-memilih ini, dalam statistik tidak boleh sembarangan, apalagi jika metode yang digunakan adalah probability sampling.

Probability sampling secara sederhana dapat diartikan sebagai mekanisme memilih sampel dengan memperhitungkan peluang setiap unit yang ada dalam populasi; alias tidak boleh semaunya BPS.

Dalam setiap pelaksanaan survei yang berbasis rumah tangga, BPS “membatasi” unit atau wilayah kerja dari setiap petugas. Batas yang digunakan disebut dengan istilah Blok Sensus (BS).

Jika diimplementasikan di lapangan, BS-BS ini bisa jadi merupakan sebuah RT/RW/Dusun yang utuh, gabungan dari sejumlah RT/RW/Dusun, atau malah hanya sebagian dari sebuah RT/RW/Dusun.

BS-BS inipun sudah jauh-jauh hari disiapkan oleh BPS di tiap kabupaten/kota. Sejumlah rumah tangga di setiap BS inilah yang kemudian akan menjadi sample sebuah survei.

Bagaimana BPS memilih respondennya?

Target responden dalam SP2020 Lanjutan adalah rumah tangga. Rumah tangga yang telah dikonsepkan oleh BPS tidak akan selalu sama dengan sebuah keluarga yang acuannya adalah Kartu Keluarga. Oleh karena itu ada langkah besar yang harus dilakukan petugas pada tahap pertama kegiatan SP2020 Lanjutan.

Kegiatan tersebut bernama “pemutakhiran”. Kegiatan yang berlangsung dari 15-31 Mei 2022 ini pada dasarnya melakukan pemutakhiran terhadap seluruh rumah tangga/keluarga dari setiap BS yang menjadi cakupan sample SP2020 Lanjutan.

Setelah mengidentifikasi rumah tangga “eligible”, akan didapatkan daftar rumah tangga yang merupakan calon-calon responden di setiap BS.

Selanjutnya, hanya akan terpilih 16 rumah tangga dari setiap BS. Memilih 16 rumah tangga ini tentu tidak sembarangan. Ada kaidah statistik yang telah ditetapkan. Satu informasi kunci yang sangat penting dalam pemilihan sampel ini adalah informasi kematian sejak 1 Januari 2017.

Informasi ini otomatis memberikan peluang yang lebih besar untuk rumah tangga terpilih sampel. Kira-kira kenapa ya?

Kematian sebagai komponen demografi, informasinya atau datanya cenderung jarang terjadi jika dibandingkan komponen lain yaitu kelahiran dan migrasi. Sehingga, ibaratnya, SP2020 Lanjutan tidak akan memberikan kejadian kematian lewat begitu saja dari peluang terpilih sampel.

Untuk mendapatkan sample rumah tangga yang lebih bervariatif dan memberikan gambaran mendekati populasi, ada satu informasi yang dijadikan pertimbangan oleh BPS. Variabel atau informasi yang dimaksud adalah tingkat pendidikan kepala rumah tangga.

Informasi ini telah diujikan pada berbagai survei berbasis rumah tangga, dan terbukti erat kaitannya dengan berbagai informasi, data atau indikator kependudukan atau sosial ekonomi rumah tangga.

Petugas Sensus bekerja dua tahap?

Pada dasarnya, target utama petugas sensus pada SP2020 Lanjutan adalah mewawancarai responden atau rumah tangga terpilih.

Namun, untuk mendapatkan nama-nama responden; harus dilakukan pemilihan sampel dari sebuah daftar. Untuk memiliki daftar tersebut, petugas sensus harus melakukan kegiatan pemutakhiran daftar keluarga/rumah tangga dari data yang telah lalu.

Sehingga dapat disimpulkan, pada tahap pertama, petugas sensus melakukan kegiatan pemutakhiran seluruh keluarga/rumah tangga di setiap BS sampel, kemudian pada tahap ke dua; melakukan pendataan/wawancara pada 16 rumah tangga terpilih di setiap BS sample.

Oleh karena itu, pada tahap pertama akan ada wilayah yang setiap warganya dikunjungi sebentar saja oleh petugas sensus.

Nanti pada tahap ke dua di bulan Juni, masyarakat/rumah tangga yang terpilih saja yang akan dikunjungi kembali dan diminta kesediaan waktunya untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait umur, tempat lahir, suku, pekerjaan, bahasa, riwayat tempat tinggal, kesehatan jasmani dan rohani, perumahan, dan lain-lain.

Kami berharap kita semua warga negara baik terpilih atau tidak sebagai sampel dalam SP2020 Lanjutan tetap memberikan dukungannya. Data yang berkualitas akan menjadi dasar terwujudnya pembangunan, di mana hasilnya akan kembali dinikmati oleh seluruh rakyat di negeri ini.

Ni Kadek Suardani, SST, MSE

Statistisi Muda pada BPS Provinsi Jambi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved