Tips Kesehatan

Cara Diet untuk Mengontrol Darah Tinggi, Mengutamakan Konsumsi Kentang sebagai Pengganti Nasi

Strategi utama dalam mengontrol hipertensi adalah dengan menerapkan diet dan gaya hidup sehat. Modifikasi gaya hidup meliputi peningkatan aktivitas.

Editor: Nurlailis
Freepik.com
Cara Diet untuk Mengontrol Darah Tinggi 

TRIBUNJAMBI.COM - Darah tinggi atau hipertensi perlu diatur asupan makanan dan minumannya.

Hal ini untuk menghindari penyakit yang lebih serius seperti jantung dan stroke.

Salah satu tipsnya adalah dengan tidak mengkonsumsi alkohol.

Mengutip Mayo Clinic, minum banyak alkohol dapat merusak jantung.

Minum lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dan lebih dari dua gelas sehari untuk pria, dapat mempengaruhi tekanan darah.

Mengutip Mayo Clinic, hipertensi yang tidak dikontrol dapat menyebabkan komplikasi kesehatan, yaitu:

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Aneurisma
  • Gagal jantung
  • Penyempitan pembuluh darah di ginjal
  • Kebutaan, ketika pembuluh darah di mata menebal, menyempit atau robek
  • Sindrom metabolik
  • Gangguan memori atau kognitif
  • Demensia

Baca juga: Cara Mengatasi Darah Tinggi dengan Seledri, Konsumsi 3-4 Batang Perhari

Meskipun hipertensi paling sering terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga memiliki risiko mengalaminya.

Untuk beberapa anak, hipertensi disebabkan oleh masalah pada ginjal atau jantung.

Namun semakin anak-anak memiliki kebiasaan makan yang buruk dan kurang beraktivitas fisik, maka ia semakin rentan terkena hipertensi.

Mengutip buku "Diet untuk Penyakit Komplikasi" (2016) oleh Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, strategi utama dalam mengontrol hipertensi adalah dengan menerapkan diet dan gaya hidup sehat.

Modifikasi gaya hidup meliputi peningkatan aktivitas fisik, berhenti merokok, dan menurunkan berat badan.

Sementara, diet yang dianjurkan untuk mengontrol hipertensi menurut penelitian klinis mencakup banyak hal, yaitu:

1. Membatasi asupan natrium

Membatasi asupan natrium caranya dengan melakukan beberapa hal ini:

  • Membatasi penggunaan garam dapur
  • Membatasi konsumsi makanan olahan, kemasan, atau instan, seperti makanan kaleng, botol, biskuit, dan semacamnya.
  • Membatasi penggunaan bumbu yang mengandung garam, seperti taoco, petis, saus, terasi, kecap, penyedap rasa, soda kue, baking powder, dan lain-lain.
Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved