Breaking News:

Kisah Polwan

Polwan Iptu Septia Intan Buka-bukaan Kisah Terima Telepon dan Pesan Ancaman: Tergantung Nyikapinya

Septia lahir di Payakumbuh 1 September 1993 silam, dan sudah hampir setahun menjabat Kasatres Narkoba Polres Tanjabbar.

Kolase/Tribunjambi.com/Samsul Bahri
Iptu Septia Intan Putri bicara soal ancaman yang pernah diterimanya 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Polwan Iptu Septia Intan Putri, sosok abdi negara cantik namun yang selalu tampil sederhana. 

Kini ia menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polres Tanjung Jabung Barat.

Septia lahir di Payakumbuh 1 September 1993 silam, dan sudah hampir setahun menjabat Kasatres Narkoba Polres Tanjabbar.

Iptu Septia Intan Putri merupakan perwira lulusan Akpol atau Akademi Kepolisian.

Polwan cantik ini bukan berasal dari keluarga kaya, membuat banyak yang mencibirnya saat mau test Akpol.

Orangnya, Yendri dan Yusmanidar sehari-hari bekerja sebagai tukang sayur.

Akhirnya orang sekitarnya banyak menyebut Septia tidak akan mungkin lulus, dan dipersepsikan harus menyetor uang banyak.

Mindset harus bayar itu membuat sejumlah orang mengubur cita-cita untuk menjadi seorang polisi.

Namun, melalui cerita Septia, hal itu terbantahkan, setelah proses panjang untuk melewatinya.

Septia memaklumi pandangan kepadanya yang meremehkan itu, lantaran orangtua Septia hanya pedagang sayur.

Halaman
1234
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved