Mutiara Ramadan

Sekali Tarawih, Terus Tarawih

Mau tidak mau, pak imam bertugas sampai Ramadan selesai. Bahkan terkadang, Imam merangkap menjadi bilal Salat Tarawih.

Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/IST
Fajri Al Mughni, Lc., M.Ud dosen IAI Nusantara Batanghari 

Berapa rakaat Salat Tarawih?
Setiap bulan Ramadan selalu muncul perdebatan tentang jumlah rakaat salat tarawih.

Bahkan yang tidak pernah tarawih pun ikut berdebat. Katanya, tarawih itu 8 rakaat, ditambah witir 3 rakaat, dengan formasi 4-4-3. Baik 4 rakaat 1 kali salam, maupun 4 rakaat 2 kali salam. Jadi jumlah seluruhnya 11 rakaat.

Sementara yang lain menjawab, bukan, bukan 11, tapi 23 rakaat. 20 tarawih dan 3 witir. Dengan formasi 10-10-3.

Formasi ini membutuhkan stamina bertahan sekaligus menyerang yang stabil dan konsisten.

Baca Berita Jambi lainnya

klik:

Baca juga: Angka Perceraian di Merangin Mencapai Ratusan, PNS Ajukan Cerai Ada Lima Perkara

Baca juga: Pernikahan Dini di Merangin Meningkat Guna Menghindari Perzinahan, Dampak UU No 16?

Baca juga: Kudeta PKB, Menteri Agama Gus Yaqut dan Yenny Wahid Putri Gus Dur Siap Lawan Cak Imin?

Baca juga: Selain Akun Gen Halilintar, Channel YouTube Thariq Halilintar Ikut Hilang: Gak Tahu Siapa Nge-hack

Sambil mendengarkan debat, beberapa orang berkomentar, “kami yang 11 rakaat sajalah, cepat selesai”.

Komentar seperti ini biasanya mampu melerai debat. Lalu, hasilnya tetap pada pendirian masing-masing. Artinya, pembicaraan tentang berapa jumlah rakaat tidaklah penting, karena yang penting itu adalah melaksanakan salat tarawih, mau 11 atau 23.

Mengapa anak muda sulit menjaga spirit tarawih?
Bisa jadi, alasan pertama adalah karena ibadah hanya milik orang tua. “Ah nantilah ibadahnya kalau sudah tua”. Jelas ini merupakan anggapan yang keliru.

Karena harusnya, yang muda lah yang lebih dominan.

Badan sehat, akal sehat, dan langkah masih tegap. Tapi faktanya, justru para orang tua yang mampu bertahan dan menjaga spirit tarawih dari awal sampai akhir bulan Ramadan. Lalu, siapa yang lebih sehat?

Alasan kedua mengapa anak muda malas tarawih ke masjid, karena tarawih hukumnya sunnah. Yang wajib saja berat, apalagi yang sunnah.

Begitu kira-kira motivasi yang tertanam. Ini jelas berbeda dengan motivasi para pendahulu.

Dulu, orang-orang menjalankan tarawih karena tahu dan paham bahwa tarawih hukumnya sunnah. Kini, orang-orang malas Salat Tarawih karena tau hukumnya sunnah.

Maka, upaya yang harus digalakkan adalah memberikan pemahaman apa itu sunnah dan bagaimana posisinya dalam hukum Islam.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved