Breaking News:

Berita Merangin

Angka Perceraian di Merangin Mencapai Ratusan, PNS Ajukan Cerai Ada Lima Perkara

Perselisihan secara terus menerus menjadi penyebab retaknya rumah tangga di Kabupaten Merangin yang berujung perceraian. 

tribunjambi/darwin sijabat
Suasana aktivitas staf di ruang pelayanan terpadu satu pintu Pengadilan Agama Bangko, Jumat (16/4/2021) pagi. Angka Perceraian di Merangin Mencapai Ratusan, PNS Ajukan Cerai Ada Lima Perkara 

Angka Perceraian di Merangin Mencapai Ratusan, PNS Ajukan Cerai Ada Lima Perkara

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Perselisihan secara terus menerus menjadi penyebab retaknya rumah tangga di Kabupaten Merangin yang berujung perceraian

Berdasarkan data yang diperoleh Tribunjambi.com dari Pengadilan Agama Bangko menyebutkan jumlah perkara yang diterima hingga awal April 2021 sebanyak 224 perkara. 

Ketua Pengadilan Agama Bangko melalui Panitera Muda Hukum, Zani Wardana di ruang kerjanya menyebutkan pengajuan perceraian sebanyak 191 perkara, Jumat (16/4/2021).

Dari jumlah itu didominasi perkara yang mengajukan cerai gugat (CG) sebanyak 151 perkara, sementara Cerai Talak (41) perkara.

Sedangkan perkara lainnya yakni dispensasi kawin sebanyak 14 perkara, PNS yang mengajukan perceraian ada lima perkara.

Zani mengungkapkan, dari proses persidangan, yang menjadi alasan untuk mengakhiri janji nikah para pihak lantaran perselisihan yang berkelanjutan dan tidak ada yang mengalah.

"Yang menjadi persoalan para pihak yang mengajukan perceraian di Pengadilan Agama Bangko pada tahun 2021 didominasi perselisihan terus menerus," katanya.

Kemudian, yang menjadi persoalan retaknya rumah tangga para pihak tersebut yakni permasalahan ekonomi atau suami tidak mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kemudian hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga tersebut. 

Sebelum dilakukannya persidangan, Pengadilan Agama selalu melakukan media kepada para pihak.

Namun, dari mediasi itu Zani mengungkapkan ada yang berhasil dan ada yang ingin tetap bercerai.

"Setiap perkara yang masuk di Pengadilan Agama pasti melalui proses mediasi. Sebagian ada yang berhasil, ada juga yang tidak berhasil," ujarnya.

Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Belum Ada Kejelasan, Kemenag Tanjab Timur Imbau Jangan Termakan Hoax

Pernikahan Dini di Merangin Meningkat Guna Menghindari Perzinahan, Dampak UU No 16?

UMKM Pempek Takalisa Telah Gunakan Teknologi Vakum Untuk Produknya,Mampu Bertahan Lima Hari

Sementara untuk 2020 lalu, perkara yang ditangani Pengadilan Agama Bangko sebanyak 479 perkara. Dari jumlah itu sebanyak 293 perkara CG dan 112 mengajukan CT dan DK sebanyak 43 perkara. 

Sementara, satu di antara pihak yang ditemui Tribunjambi.com usai mengurus perceraian menyebutkan hal dilakukan karena mantan suaminya tersangdung kasus narkoba. 

"Dia (mantan suami) masuk penjara karena kasus narkoba. Gimana mau menghidupi keluarga," ujar singkat wanita itu. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved