Breaking News:

Mutiara Ramadan

Sekali Tarawih, Terus Tarawih

Mau tidak mau, pak imam bertugas sampai Ramadan selesai. Bahkan terkadang, Imam merangkap menjadi bilal Salat Tarawih.

TRIBUN JAMBI/IST
Fajri Al Mughni, Lc., M.Ud dosen IAI Nusantara Batanghari 

Oleh Fajri Al Mughni, Lc., M.Ud dosen IAI Nusantara Batanghari

Seperti biasa, euforia dalam spirit tarawih jelas akan tampak pada minggu-minggu pertama.

Minggu selanjutnya, Fatwa MUI tahun lalu tentang Salat Tarawih di rumah saja, dibaca dan diterapkan lagi, masjid sepi. Imbasnya, para alim ulama, ‘tuo tengganai cerdik pandai’, dan pegawai syarak kekurangan pemain.

Mau tidak mau, pak imam bertugas sampai Ramadan selesai. Bahkan terkadang, Imam merangkap menjadi bilal Salat Tarawih.

Oleh karenanya, spirit tarawih berjemaah di masjid harus terus dijaga sampai Ramadan berakhir.

Bagi hamba-hamba yang telah merasakan nikmatnya iman dalam Salat Tarawih, akan berusaha maksimal agar tidak absen. Namun bagi yang salat tarawih hanya karena takut mertua, tak enak sama istri, malu sama anak, dan terjebak karena rumah dekat masjid, maka salat tarawihnya hambar. Tidak menikmati sama sekali.

Bisa jadi hal tersebut karena tidak tau apa itu tarawih, dan mengapa harus dikerjakan di bulan Ramadan?

Apa itu tarawih?
Sederhananya, Tarawih itu nama dari salat sunnah, artinya ‘istirahat’ atau dalam bahasa Arab disebut “tarwiihah”.

Waktu pelaksanaannya khusus hanya pada malam bulan Ramadan.

Melihat dari nama, tentu pelaksanaannya haruslah sesuai dengan nama tersebut, yaitu dikerjakan secara santai dan khusuk.

Halaman
1234
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved