Mutiara Ramadan
Sekali Tarawih, Terus Tarawih
Mau tidak mau, pak imam bertugas sampai Ramadan selesai. Bahkan terkadang, Imam merangkap menjadi bilal Salat Tarawih.
Jika iblis dan setan bersatu, ia berubah menjadi Dajjal.
Dajjal bagi kesehatan. Tidak hanya kesehatan penggunanya, tapi juga kesehatan orang-orang yang berada di dekatnya. Bayangkan jika semua jemaah salat tarawih merupakan perokok dan pengopi? Masjid mendadak menjadi rumah Dajjal.
Wah, bisa menjadi se-ngeri itu kah?
Iya, bisa menjadi se-ngeri itu. Untuk itulah, si bilal ditugaskan untuk menyisipkan selawat dan kisah-kisah para sahabat, dan tidak memberikan pesan mempersilahkan untuk ngopi dan merokok.
Apa mungkin jika masa jeda antar rakaat dipersilakan untuk ngopi dan merokok akan memotivasi para kalangan mileneal dan anak muda bersemangat salat tarawih di masjid?
Mungkin saja, tapi sebaiknya jangan. Mengapa? Kasian dengan imam dan bilal yang kebetulan juga penggemar kopi dan rokok.
Kalau begitu, harus ditahan keinginan merokok dan ngopi di saat jeda antar rakaat? Iya, bahkan wajib ditahan. Ini sejalan dengan definisi dari shoum, yaitu imsak-menahan.
Menahan dari yang sangat diinginkan. Atau upawasa-puasa.
Ayo jaga spirit salat tarawih. Sekali tarawih, tetap tarawih. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/fajri-al-mughni-lc-mud-dosen-iai-nusantara-batanghari.jpg)