Breaking News:

Berita Merangin

Pasar Rakyat Tipe A Tak Difungsikan Maksimal, DPRD Merangin akan Panggil Dinas Terkait

Dari pantauan tribunjambi.com, kondisi dalam pasar itu kini terdapat sampah berserakan dimana mana dan beberapa Los pedagang tampak mulai mengalami ke

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/darwin
Pasar Rakyat Tipe A di Kabupaten Merangin tak difungsikan maksimal 

Sangat disayangkan gedung yang dibangun senilai Rp 7 miliar itu tampak berdiri kokoh dan megah di tengah Kota Bangko namun sepi dari aktivitas jual beli layaknya pasar. Sehiggga tidak sesuai harapan sebab tampak seperti bangunan tua yang lama tidak difungsikan.

Dari pantauan tribunjambi.com, kondisi dalam pasar itu kini terdapat sampah berserakan dimana mana dan beberapa Los pedagang tampak mulai mengalami kerusakan. Sampah itu dari bungkus minum, rokok, hingga kartu untuk berjudi.

Berdasarkan penuturan warga sekitar mengungkapkan bahwa pasar tersebut pernah digunakan pedagang saat awal setelah pasar itu dibangun. Namun setelahnya, para pedagang lambat laun meninggalkannya dan lebih memilih berjualan di tempat yang lama.

Bahkan parahnya, hampir setiap malam dan malam minggu khusunya pasar itu dijadikan tempat pacaran oleh anak muda.

"Kalau malam jadi tempat pacaran, kalau gini kan ngabisin anggaran saja, hampir hamburkan uang rakyat," ungkapnya.

Satu diantara pedagang, Ijal menyebutkan bahwa selama berjualan pada awal dulu mengakibatkan omset menurun. Sebab tidak semua pedagang pindah ke lokasi tersebut, sementara konsumen banyak lebih memiliki tempat yang lama.

Dia berharap jika pemerintah menginginkan pedagang pindah, maka semua pedagang harus kompak dan pemerintah harus tegas.

"Kalau mau dipindahkan, pindahkan semua pedagang. Sehingga pembeli tidak berpencar dan omset pedagang tidak turun," katanya.

Kemudian dia menginginkan agar pemerintah memperluas lapak dagangan jika menginginkan pedagang pindah. Sebab lapak yang tersedia saat ini tidak memadai.

"Bisa dilihat sendiri lah, mau jualan apa disitu, sempit. Pedagang nggak bebas, pembeli bisa berdesakan," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved