Breaking News:

Berita Merangin

Pasar Rakyat Tipe A Tak Difungsikan Maksimal, DPRD Merangin akan Panggil Dinas Terkait

Dari pantauan tribunjambi.com, kondisi dalam pasar itu kini terdapat sampah berserakan dimana mana dan beberapa Los pedagang tampak mulai mengalami ke

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/darwin
Pasar Rakyat Tipe A di Kabupaten Merangin tak difungsikan maksimal 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Anggota DPRD Merangin akan panggil Diskoperindag terkait bagunan Pasar Rakyat Tipe A yang tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Ketua Komisi I DPRD Merangin, Sukar mengatakan pihaknya akan memanggil pemerintah melalui dinas terkait dan mendorong agar bangunan itu difungsikan sebagaimana mestinya.

Sebab jika telah dibangun namun tidak dipergunakan maka akan terkesan mubazir. Maka pihaknya akan memanggil Diskoperindag untuk membahas kelanjutannya.

"Kita (anggota DPRD Merangin) akan duduk bersama pemerintah mempertanyakan kelanjutannya dan supaya segera ditempati," ujarnya.

Dia mengajak pemerintah yang merencanakan pembangunan dengan memperhatikan kebermanfaatan bangunan tersebut setelah dibangun.

"Jangan membangun namun akhirnya tidak berguna, apalagi itu ditengah kota," ujarnya, Kamis (15/4/2021),

Menurutnya, dibangunnya pasar itu kurangnya perencanaan yang memperkirakan estimasi kebutuhan lapak yang dibutuhkan pedagang untuk menjual dagangannya.

Sebab dari pantauan tribunjambi.com, ukuran lapak pedangan tersebut sangat sempit, sehingga membuat pedagang akan kesulitan meletakkan barang dagangannya.

"Kemungkinan besar perencanaannya yang dulu kurang matang (maksimal) karena ukurannya terlalu kecil," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pasar Rakyat Type A yang berada di Pematang Kandis, Kota Bangko, Kabupaten Merangin terkesan mubazir dan hanya jadi tempat pacaran saat malam hari.

Sangat disayangkan gedung yang dibangun senilai Rp 7 miliar itu tampak berdiri kokoh dan megah di tengah Kota Bangko namun sepi dari aktivitas jual beli layaknya pasar. Sehiggga tidak sesuai harapan sebab tampak seperti bangunan tua yang lama tidak difungsikan.

Dari pantauan tribunjambi.com, kondisi dalam pasar itu kini terdapat sampah berserakan dimana mana dan beberapa Los pedagang tampak mulai mengalami kerusakan. Sampah itu dari bungkus minum, rokok, hingga kartu untuk berjudi.

Berdasarkan penuturan warga sekitar mengungkapkan bahwa pasar tersebut pernah digunakan pedagang saat awal setelah pasar itu dibangun. Namun setelahnya, para pedagang lambat laun meninggalkannya dan lebih memilih berjualan di tempat yang lama.

Bahkan parahnya, hampir setiap malam dan malam minggu khusunya pasar itu dijadikan tempat pacaran oleh anak muda.

"Kalau malam jadi tempat pacaran, kalau gini kan ngabisin anggaran saja, hampir hamburkan uang rakyat," ungkapnya.

Satu diantara pedagang, Ijal menyebutkan bahwa selama berjualan pada awal dulu mengakibatkan omset menurun. Sebab tidak semua pedagang pindah ke lokasi tersebut, sementara konsumen banyak lebih memiliki tempat yang lama.

Dia berharap jika pemerintah menginginkan pedagang pindah, maka semua pedagang harus kompak dan pemerintah harus tegas.

"Kalau mau dipindahkan, pindahkan semua pedagang. Sehingga pembeli tidak berpencar dan omset pedagang tidak turun," katanya.

Kemudian dia menginginkan agar pemerintah memperluas lapak dagangan jika menginginkan pedagang pindah. Sebab lapak yang tersedia saat ini tidak memadai.

"Bisa dilihat sendiri lah, mau jualan apa disitu, sempit. Pedagang nggak bebas, pembeli bisa berdesakan," ujarnya.

Sementara itu Kadis Koperindag Kabupaten Merangin, M Ladani melalui sambungan telepon mengakui jika saat ini tidak ada pedangan yang berjualan ditempat tersebut.

Namun saat ini pasar tersebut difungsikan sebagai pasar bongkar muat jualan pedagang pada sore dan malam hari.

"Ya (kosong pedagang red), namun sekarang fungsi itu dijadikan pasar bongkar muat sayur mulai sore dan malam," ungkapnya.

"Sudah difungsikan, orang pada keluar semua. Tempat seperti itu 1x1,5 meter atau kali 2 meter mau dagang apa, itu yang dikeluhkan," ujarnya.

Namum jika nanti usai masa pemeliharaan, Ladani menyebutkan pemerintah daerah akan melakukan renovaai sehingga layak digunakan pedagang.

Saat ditanya waktu untuk merelokasikan pedagang ke pasar itu, Ladani menyebutkan pada tahun 2018 lalu telah dilakukan. Namun karena pasar tersebut tidak dapat digabungkan pasar basah dan kering mengakibatkan pedagang omset pedagang menurun.

"Jual beli dia makin hari makin menurun, maka tidak jualan lagi. Akhirnya mereka pindah. Kebiasaan masyarakat tradisional ini belanja ada di satu lokasi," ujarnya.

Pemindahan itu juga telah berulangkali diingatkan pemerintah untuk segera. Bahkan telah dilakukan razia yang berjualan di badan jalan.

Menurutnya, tidak ada alasan lagi bagi para pedagang untuk mengatakan tidak ada tempat. Sebab pemerintah daerah telah menyiapkannya.

Baca juga: Ujian Akhir Kelas IX SMP di Kota Jambi Dilaksanakan Tatap Muka Saat Ramadan

Baca juga: VIDEO Dian Sastrowardoyo Buat Pengakuan Mengejutkan Soal Bunuh Diri

Baca juga: Promo Indomaret Hari Ini 15 April 2021 Promo Heboh Hingga Promo Super Hemat Kebutuhan Sehari-hari

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved