Kisah Pengamen Puisi, Rangkaian Kata Jadi Wadah Menampung Rezeki
Pria yang sering disapa Petrus itu selalu mondar-mandir di sekitaran pantai Parangtritis dengan menenteng satu bendel kertas putih.
Berikut kutipan salah satu puisi yang dibacakan Petrus Sabtu Sore kemarin.
Senja, Ku duduk di pantai disenja hari.
Kulihat warna warni lukisan ilahi yang selalu baru dan tak pernah usang.
Aku selalu takjub warna biru, hitam kemerahan dan kegelapan yang nyata di atas gunung.
Senja, ketika mentari menyemburkan warna merahnya, memberikan semangatnya yang tak henti-henti.
Senja, di situ jutaan lelaki dan wanita memberikan jiwa dan berpadu dalam asanya.
Senja, kau memberikan ingatan bahwa segala peristiwa akan ada kisah di senja itu.
Sumber : TRIBUNNEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/76565765.jpg)