Tips Kesehatan

Penyebab Rasa Cepat Lapar - Kurang Minum, Kurang Konsumsi Serat, Terlalu Banyak Olahraga

Rasa lapar muncul sebagai sinyal penanda bahwa tubuh membutuhkan makanan. Namun, rasa lapar terkadang juga muncul tak lama setelah selesai mengisi per

Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Ilustrasi makan 

TRIBUNJAMBI.COM - Rasa lapar muncul sebagai sinyal penanda bahwa tubuh membutuhkan makanan. Namun, rasa lapar terkadang juga muncul tak lama setelah selesai mengisi perut.

Kondisi ini disebabkan oleh berbagai macam faktor, mulai dari gaya hidup tidak sehat hingga masalah psikologis yang kita alami.

Memahami penyebab cepat lapar akan membantu menemukan cara untuk mengatasinya.

Ada beragam faktor yang menjadi penyebab cepat lapar.

Mendiang Maaher At-Thuwailibi Derita Infeksi TB Usus, Apa itu? Ini Gejala yang Sering Dialami

Nilai Impor Provinsi Jambi Naik 38,40 Persen, Kelompok Komoditi Bahan Kimia Jadi Pemicu Terbesar

Tak hanya disebabkan jenis makanan yang kita konsumsi, beragam faktor seperti kondisi tubuh, gaya hidup, dan pengobatan yang dijalani juga turut memicu masalah ini.

Berikut ini beberapa faktor yang menjadi penyebab cepat lapar:

1. Terlalu banyak mengonsumsi gula

Mengonsumsi makanan maupun minuman dengan gula tambahan dapat meningkatkan nafsu makan.

Menurut sebuah studi yang dirilis pada tahun 2015, mengonsumsi terlalu banyak gula, terutama fruktosa meningkatkan produksi ghrelin, hormon yang mengatur rasa lapar.

Hal ini kemudian memengaruhi otak dan membuat kita merasa kurang kenyang.

2. Kurang minum

Dehidrasi dapat menjadi penyebab cepat lapar. Beberapa penelitian menyebut, minum cukup air dapat membantu kita merasa kenyang.

Studi pada tahun 2014 meneliti efek asupan air terhadap wanita yang kelebihan berat badan. Peneliti meminta partisipan untuk meminum 0,5 liter air sebelum mereka makan pagi, siang, maupun malam setiap hari.

Setelah 8 minggu, para partisipan mengalami penurunan berat badan. Selain itu, mereka juga mengalami penurunan nafsu makan.

Hanya Empat Pemilik Alat Berat yang Teken Perjanjian Tak Lakukan PETI di Hutan Lindung Sarolangun

Nilai Ekspor Provinsi Jambi Desember 2020 Turun Sebesar 13,06 Persen

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved