Kasus Rudapaksa

MIRIS Siswi 15 Tahun Dirudapaksa di Hutan saat Cari Sinyal untuk Belajar Daring, Begini Kronologinya

Siswi berusia 15 tahun ini dirudapaksa di hutan karena sedang mencari sinyal untuk belajar daring. Ibu korban memergoki anaknya dicekik oleh pelaku.

Editor: Rohmayana
ISTIMEWA
Ilustrasi pemerkosaan 

TRIBUNJAMBI.COM -  Malang nasib siswi yang hendak belajar menuntut ilmu dengan belajar sistem daring.

Siswi berusia 15 tahun ini dirudapaksa di hutan karena sedang mencari sinyal untuk belajar daring.

Kejadian itu terungkap saat ibu korban memergoki anaknya dicekik oleh pelaku.

Korban sudah beberapa kali diperkosa oleh pelaku sejak tahun 2020.

Penjabat sementara Kepala Urusan Humas Polres Inhu Aipda Misran mengatakan rudapaksa terakhir dilakukan pelaku pada Minggu (10/1/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca juga: Jaksa Ungkap Penyebab Kematian Pramugari Dirudapaksa 11 Pemuda, Kepala Polisi Harus Dipecat

Baca juga: 46 Siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang Diklaim Biasa Berjilbab, Kepsek Minta Maaf : Itu Aturan Lama

Ironisnya rudapaksa terjadi saat korban belajar online di hutan seorang diri.

Korban terpaksa belajar di hutan untuk menjadi sinyal internet yang ada di dataran tinggi.

"Saat itu, korban sedang berada di dataran tinggi agar bisa mendapat sinyal internet untuk daring tugas sekolah. Lalu pelaku datang dan memerkosa korban," kata Misran melalui pesan singkat, Sabtu (23/1/2021).

Dipergoki ibu sedang bertengkar dengan pelaku

Kasus rudapaksa tersebut terbongkar saat ibu korban memergoki anaknya bertengkar dengan JPN pada Minggu (17/1/2021).

Saat itu ibu korban melihat pelaku mencekik leher anaknya saat di rumah.

Ibu korban kemudian memarahi pelaku yang langsung pergi meninggalkan rumah korban.

Sang ibu kemudian bertanya kepada anaknya, alasan pelaku mencekik lehernya.

Dengan rasa takut akhirnya korban bercerita jika pelaku memaksanya berhubungan badan.

Namun saat itu ia menolak. Korban juga mengaku sering dipaksa untuk melakukan hubungan badan dan mengancam akan membunuh korban jika nafsu bejatnya tidak terpenuhi.

Baca juga: Marah Dibilang Ganteng, Kuna Membabi Buta Bacok Yanto Hingga Tewas

Baca juga: Komjen Listyo Sigit Prabowo Dilantik Jadi Kapolri Akhir Januari, Istana Terima Surat Persetujuan DPR

Hingga korban memilih pasrah karena takut dibunuh pelaku.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved