Breaking News:

Jenderal Argo Yuwono Mendadak Jelaskan Maklumat Kapolri Soal FPI, Poin Ini Picu Perdebatan Publik

Pihak Kepolisian RI akhirnya memberikan penjelasan tentang Maklumat Kapolri yang dianggap mengekang kebebasan berekspresi.

Wartakota.com
Maklumat Kapolri Jenderal Pol. Idham Aziz soal FPI menuai pro-kontra karena dianggap akan mengekang kebebasan berekspresi. 

Jenderal Argo Yuwono Mendadak Jelaskan Maklumat Kapolri Soal FPI, Poin Ini Picu Perdebatan Publik

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pihak Kepolisian RI akhirnya memberikan penjelasan tentang Maklumat Kapolri yang dianggap mengekang kebebasan berekspresi.

Maklumat Kapolri poin 2d menuai pro-kontra karena dianggap akan mengekang kebebasan berekspresi.

Diketaui pada poin tersebut melarang untuk menyiarkan informasi mengenai FPI di berbagai platform.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen pol Argo Yuwono mengatakan konten yang dilarang disiarkan perihal FPI hanya jika berisikan berita bohong ataupun ujaran kebencian.

"Artinya bahwa yang poin 2d tersebut selama tidak mengandung berita bohong, potensi gangguan kamtibmas ataupun provokatif, mengadu domba ataupun perpecahan dan SARA itu tidak masalah. Tapi kalau mengandung itu tidak diperbolehkan," kata Argo dalam keterangannya, Minggu (3/12/2020).

Baca juga: Jenderal Idham Aziz Mulai Keras, Begini Perintahnya pada Polisi Hadapi Simpatisan FPI, Jangan Takut!

Baca juga: Siapa Sebenarnya Dandhy Dwi Laksono, Berani Menentang Maklumat Kapolri Soal FPI,Sampai Bilang Begini

Baca juga: Ganjar Pranowo Bingung Gubernur Jateng Kok Dikasih Sayap, Maksud Habib Jafar Alkaff Buat Penasaran

Ia menuturkan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis tidak bermaksud untuk mengekang kebebasan pers atau berekspresi terkait maklumat tersebut.

"Tidak ada artinya itu membredel kebebasan pers, tidak. Tapi berkaitan dengan yang dilarang, tidak diperbolehkan untuk disebarkan kembali ataupun yang diberitakan kembali yang melanggar hukum tidak diperbolehkan. Itu intinya berkaitan dengan maklumat yang di keluarkan bapak Kapolri," pungkasnya.

Bareskrim Polri perintahkan Polda Metro cari penyebar video hoaks penembakan Laskar FPI di medsos serta memproses hukum. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono didampingi (kiri) Kapolda Metro Jaya M Fadil Imran dan Kabareskrim Polri Listyo Sigit Prabowo.
Bareskrim Polri perintahkan Polda Metro cari penyebar video hoaks penembakan Laskar FPI di medsos serta memproses hukum. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono didampingi (kiri) Kapolda Metro Jaya M Fadil Imran dan Kabareskrim Polri Listyo Sigit Prabowo. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Diberitakan sebelumnya, Komunitas pers yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyoroti soal Maklumat Kapolri terkait larangan simbol, kegiatan, hingga atribut Front Pembela Islam (FPI).

Mereka pun mendesak Kapolri mencabut pasal 2d dari maklumat tersebut. Ada beberapa hal yang dijelaskan.

Halaman
123
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved