Anggota TNI 4 Jam Kepung Markas KKB Pimpinan Egianus Kogoya, 1 Orang Ditembak Mati
Satu anggota KKB Papua ditembak mati oleh TNI dan empat anggota lainnya lari ke hutan. Mereka anak buah Egianus Kogoya.
TRIBUNJAMBI.COM - Satu anggota KKB Papua ditembak mati oleh TNI dan empat anggota lainnya lari ke hutan. Mereka anak buah Egianus Kogoya.
Kejadian itu saat Anggota TNI selama kurang lebih 4 jam mengepung markas Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.
"Kontak tembak tersebut berhasil menewaskan salah seorang anggota KKB Papua anak buah Egianus Kogoya," ujar Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa, Sabtu (3/10/2020).
Suriastawa mengatakan, diperkirakan empat anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya lainnya melarikan diri melalui pintu belakang ke arah hutan belantara.
• Oknum Polisi Mengamuk di Kafe, Todongkan Pistol ke Kapolsek dan Polisi Lain Saat Akan Diamankan
• Tiga Pasangan Remaja Empat Hari Pesta Seks di Rumah Kosong Digrebek, Akui Sempat Berganti Pasangan
• Empat Atlet Asing Ini Disetujui Diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia, Berikut Daftarnya
"Hingga saat ini pasukan TNI terus melakukan pengejaran untuk menangkap gerombolan KKB Papua yang sering melakukan kekerasan." ujar Suriastawa.
Berikut kronologinya dilansir dari Wartakota dalam artikel 'KRONOLOGI TNI Tembak Mati Anak Buah Egianus Kogoya di Nduga, Berawal dari Kepulan Asap di Hutan'
1. Sedang patroli rutin
Suriastawa memgungkapkan, kejadian tersebut berawal saat pasukan TNI sedang melaksanakan patroli rutin di Distrik Dal di lokasi yang dicurigai menjadi jalur lintasan KKB Papua.

Saat itu, papar Suriastawa, waktu menunjukan pukul 12:00 WIT ketika pasukan TNI yang berada di ketinggian melihat kepulan asap dari rerimbunan hutan di Distrik Dal.
Setelah melihat kepulan asap di balik rimbunan hutan tersebut, kata Suriastawa, pasukan TNI berusaha mendekati lokasi.
2. Melakukan pengintaian
Mereka kemudian melakukan pengintaian dan mendekati sasaran secara senyap.
Saat berusaha mendekati asal asap di balik rerimbunan pohon tersebut, kata Suriastawa, pasukan TNI melihat sebuah honai.
Keitka itu, kata Suriastawa, terdengar percakapan dari sekira empat sampai lima orang yang berada di dalam honai.
• Pelaku Pengunggah Kolase Kakek Sugiono Sudah Dimaafkan, Polisi Tunggu Surat Dari Wakil Presiden
• Ayah di Sulawesi Selatan Nekat Perkosa 2 Anak Kandung, Terbongkar Setelah Korban Cerita ke Tantenya
• UU Cipta Kerja Sudah Disahkan, Pangkas Hak Pekerja, Waktu Istirahat dan Cuti Diubah Ini Isinya
Pasukan kemudian tetap bergerak secara senyap dan hati-hati untuk mendekat ke honai tersebut, untuk memastikan siapa saja yang berada di dalamnya.