Anggota TNI 4 Jam Kepung Markas KKB Pimpinan Egianus Kogoya, 1 Orang Ditembak Mati

Satu anggota KKB Papua ditembak mati oleh TNI dan empat anggota lainnya lari ke hutan. Mereka anak buah Egianus Kogoya.

Editor: Rahimin
Antara/Laksa Mahendra/ Soni Namura/Ardi Irawan
Telah terjadi kontak senjata antara tim gabungan TNI-POLRI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Joparu, Distrik Sugapa ,Kabupaten Intan Jaya-Papua pada Minggu, 26 Januari 2020. Dalam persitiwa ini seorang anggota KKB dilaporkan tewas. 

Tak hanya itu, Tenius Tebuni juga membeberkan pengalaman pahitnya saat bergabung KKB Papua.

Mantan anggota KKB Papua bernama Tenius Tebuni kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Jumat (2/10/2020).

Wanita Ini Dapat Ancaman Mati Lantaran Nekat Rayakan Sembuh dari Covid-19 dengan Pesta

Kronologi Ketua RT di Desa Bernai Cabuli Anak Kandung Bertahun-tahun sejak SD sampai SMA

Kisah PNS Bungo Dapat Uang Rp 1 Miliar Gara-gara, Begini Cara Orang Pintar Jualan

Berikut rangkuman pengakuan Tenius Tebuni tentang KKB Papua dilansir dari Kompas TV dalam artikel 'Pengakuan Eks KKB yang Serahkan Diri: Ditipu Dijanjikan Diberi Banyak Uang, Faktanya Malah Kelaparan'

1. Ditipu

Tenius Tebuni mengungkapkan alasan dirinya mau bergabung dengan KKB Papua ketika itu karena dijanjikan kehidupan serba mudah.

Segala kebutuhan hidupnya, kata dia, akan dipenuhi, termasuk juga diberikan banyak uang. Namun, seiring berjalannya waktu, dia sadar telah ditipu.

"Sering kelaparan di dalam hutan, karena kekurangan logistik.

Anggota KKB Papua menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI.
Anggota KKB Papua menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI. ((Istimewa/Kompas TV))

Ditambah KKB Papua tidak solid selalu terpecah-pecah dan bergerak sendiri-sendiri," kata Tenius Tabuni.

2. Menyakiti masyarakat

Tak hanya itu, Tenius Tabuni mengaku selalu bertentangan dengan hati nuraninya selama bergabung dengan kelompok Rambo Lokbere yang dipimpin Egianus Kogoya.

Batinnya menjerit ketika KKB Papua kerap menyakiti masyarakat yang menolak membantunya.

Dia pun mengaku terpaksa bergabung dengan KKB Papua.

"Seringkali memeras dan mengancam masyarakat, serta menyakiti bahkan membunuh masyarakat yang tidak mau membantu," ujar Tenius.

3. Pernah ikut kontak senjata dengan aparat

Lebih lanjut, dia mengungkapkan jika pernah terlibat kontak senjata dengan aparat saat masih bergabung dengan KKB Papua.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved