Pasien Corona Sembuh Bertambah
4 Karyawan di Tanjab Barat Positif Covid-19, Dewan Minta Perusahaan Berhenti Beroperasi 14 Hari
ditemukannya pasien positif Covid 19 yang merupakan claster baru dari salah satu perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabbar.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat meminta perusahaan yang memiliki karyawan positif Covid 19 untuk tidak beroperasi selama 14 hari.
Tanggapan ini diberikan setelah ditemukannya pasien positif Covid 19 yang merupakan claster baru dari salah satu perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat.
Anggota DPRD Komisi II Syufrayogi Syaiful meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tanjabbar untuk secara tegas meminta perusahaan untuk melakukan tidak beroperasi selama 14 hari.
Hal ini dilakukan agar seluruh karyawan yang ada dapat melakukan isolasi mandiri.
• FAKTA BARU Brigjend Prasetijo Pernah Kawal Buronan Djoko Tjandra Naik Jet Pribadi ke Pontianak
• Catherine Wilson Menyesal Usai Ditetapkan Jadi Tersangka, Ngaku Tiga Bulan Sudah Konsumsi Sabu
• Diprediksi Gibran-Teguh Bisa Menang Mudah: Bukan Untuk Kalah, Ini Soal Harga Diri Keluarga Presiden
"Kita minta tim gugus pemkab tegas menyurati perusahaan untuk tidak beroperasi selama 14 hari, sehingga karyawan yang ada bisa melakukan isolasi secara mandiri," sebutnya, Minggu (19/7).
Sebelumnya, Juru Bicara Tim Gugus Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Taharuddin menyampaikan, ada penambahan empat orang positif Covid 19 pada Sabtu (19/7).

Keempat orang tersebut merupakan claster dari salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Tanjab Barat.
Di sisi lain, Yogi mempertanyakan keberadaan empat orang tersebut yang menjalani perawatan di dalam perusahaan.
Sementara diketahui bahwa di Kabupaten Tanjabbar yang menjadi rumah sakit rujukan Covid 19 yaitu RS Daud Arif Kuala Tungkal.
• Katedral Nantes Terbakar, Asap Hitam di Angkasa, Diduga Ada Orang Sengaja Membakar
• Palestina Dihapus dari Google Maps? Kronologi Pencarian Peta Diarahkan ke Wilayah Israel
• Hasil Kualifikasi MotoGP Spanyol 2020, Tragedi Alex Rins Alami Patah Tulang Bahu Kanan
"Ini kenapa mereka di rawat disana? Apakah memang sudah koordinasi atau belum. Yang kita tahu RS Rujukan hanya RS Daud Arif. Apa RS kita tidak sanggup? Sesuai tidak di rawat dengan protokol kesehatan?," tanyanya.
"Sudah sesuai dengan untuk penangganan pasien Covid 19 belum? Jangan-jangan belum. Kita bukan apa-apa, yang kita khawatirkan tidak tertanggani dengan baik, dampaknya muncul claster dari perusahaan yang menyebar ke karyawan lain," sambungnya.
Ia menambahkan, Tim Gugus Covid 19 Tanjabbar harus benar-benar melakukan pengecekan terhadap perawatan, alat kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya di perusahaan tersebut.
Bahkan, Yogi menyinggung bagaimana perusahaan menampung limbah dari perawatan yang mereka lakukan sendiri.
"Ini akan ada limbah bekas perawatan, mereka buang kemana nanti? Perlu di tanyakan ini. Fasilitas yang kita sorot, apa memang sudah standar atau belum. Tim gugus punya hak untuk mengecek ini," tegasnya.
• Modus Ritual Buka Aura, Dukun di Tanjungpinang Malah Memperkosa Anak di Bawah Umur
• Sempat Tak Akur, Ashanty Kini Damai Dengan Millendaru: Yang Namanya Keluarga Pasti Balikan Lagi
• Aslinya Pencuri Sepeda Motor, Pria Asal Semarang Ini Mengaku TNI Agar Makan Gratis di Angkringan
"Yang utama saat ini dilakukan tim gugus itu saya minta stop operasi perusahaan selama 14 hari. Tegaskan ke perusahaan untuk isolasi mandiri seluruh karyawannya," pungkasnya.