Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

AS Bakal Habis-habisan Gebuk China di Pasifik, Beijing Ngeles Agar Terhindar dari Api Peperangan

AS Bakal Habis-habisan Gebuk China di Pasifik, Beijing Ngeles Agar Terhindar dari Api Peperangan

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Seaman Apprentice Drace Wilson
Carrier Battle Group USS Ronald Reagen Bergerak, Bawa 1000 Ton Senjata untuk Tantang Armada China Baku Hantam 

TRIBUNJAMBI.COM - Kekesalan Amerika Serikat dengan China nampaknya semakin besar.

Bahkan angkatan lautnya, US Navy Amerika Serikat (AS) sangat geram akan kelakuan China.

AS melihat Beijing sebagai anak kemarin sore yang lagi pongah-pongahnya karena kekuatan militernya sedang naik pesat.

Namun bagi AS, Beijing masih minim pengalaman bertempur.

Berbeda dengan angkatan bersenjata Paman Sam yang didesain sebagai militer agressor sejak pertama didirikan yang sudah makan asam manis pahit asin pertempuran di berbagai penjuru dunia.

China Ikut Klaim Teritorial di Laut China Timur, Jepang: China Sudah Menjadi Ancaman Jangka Panjang

AS Sampai Kerahkan 2 Kapal Induknya Untuk Tegaskan Klaim Sepihak China di Laut China Selatan Ilegal

AS Bujuk Seluruh Negara Tak Tinggal Diam Lihat China Main Klaim Sepihak di Laut China Selatan

Tak Mau Dirawat di RS, Pria di China Ini Kabur, Hanya Semenit di Lift Sudah Tulari 71 Orang

Pemerintah Amerika Serikat pada hari Senin (13/7/2020) menolak klaim China atas sumber daya lepas pantai yang disengketakan di sebagian besar Laut China Selatan.

Langkah ini dinilai dapat memperburuk hubungan yang erat antara dua ekonomi terbesar dunia.

Melansir Reuters, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, China tidak menunjukkan dasar hukum yang komprehensif untuk ambisinya di Laut China Selatan dan selama bertahun-tahun telah menggunakan intimidasi terhadap negara-negara pantai Asia Selatan lainnya.

"Kami memperjelas: Klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan sepenuhnya melanggar hukum, seperti kampanye penindasan untuk mengendalikan mereka," kata Pompeo seperti yang dikutip Reuters.

Tinggalkan Pisau di Lokasi, Ahli Viktimologi Sebut Pembunuh Editor Metro TV Ingin Sampaikan Pesan

Tak Banyak yang Tahu, Nagita Slavina Didapuk Jadi Model Christian Dior, Sebelumnya Louis Vuitton

Sudah Musim Kemarau dan Rawan Karhutla, Damkar Bungo Justru Kekurangan Armada

Daftar Harga Mobil Baru Toyota Juli 2020 - Agya Rp 150 Jutaan, Yaris Rp 160 Juta, New Vellfire

Amerika Serikat telah lama menentang klaim teritorial China yang luas di Laut China Selatan dengan mengirimkan kapal perang secara teratur melalui jalur air strategis untuk menunjukkan kebebasan navigasi di sana.

Pernyataan Senin kemarin mencerminkan nada yang lebih keras.

"Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan Laut China Selatan sebagai kerajaan maritimnya," kata Pompeo.

Menanggapi hal tersebut, China mengatakan pihaknya tidak berniat mengubah Laut Cina Selatan menjadi kerajaan maritim.

Pemkab Tanjabbar Tengah Godok Ranperda Protokol Kesehatan untuk Gelar Hajatan

Kasus Terkonfirmasi Pertama di Dunia, Seorang Bayi Terjangkit Covid-19 Sejak Berada dalam Kandungan

VIDEO Presiden Jokowi Undang Para Artis untuk Sosialisasi Protokol Kesehatan

China mendesak Amerika Serikat untuk berhenti mengobarkan perpecahan antara China dan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara setelah Washington menggambarkan klaim China atas perairan kaya sumber daya di Laut China Selatan sebagai pelanggaran hukum.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan upaya Washington untuk menabur perselisihan antara Beijing dan negara-negara Asia Tenggara akan gagal.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved