Virus Corona

Pasien Covid-19 di Sarolangun Tak Dianjurkan Minum Ramuan Daun Sungkai, Ditemukan Ada Efek Samping

Empat pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sarolangun masih dalam masa perawatan dan masih menunggu hasil pemeriksaan swab

tribunjambi/wahyu herliyanto
dr Ozi Purna selaku dokter penanggung jawab Covid-19 Sarolangun 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Empat pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sarolangun masih dalam masa perawatan dan masih menunggu hasil pemeriksaan swab.

Tiga dari empat pasien sudah kurang lebih dua bulan menjalani perawatan di rumah sakit.

Semua pasien dalam kondisi sehat dan tanpa gejala, hanya saja mereka masih dianjurkan oleh dokter untuk mematuhi protokol pengobatan Covid-19 untuk menekan jumlah virus yang ada di dalam tubuh mereka.

Pasien Positif Covid-19 di Sarolangun Ada Yang Stres, Dirawat Hampir Dua Bulan Belum Sembuh Juga

Update 112 Kabupaten/Kota di Indonesia yang Kini Jadi Zona Hijau Covid-19, Ada 2 Kabupaten di Jambi

Update 112 Kabupaten/Kota di Indonesia yang Kini Jadi Zona Hijau Covid-19, Ada 2 Kabupaten di Jambi

Dijelaskan oleh dr Ozi Purna selaku dokter penanggung jawab Covid-19 Sarolangun mengatakan, memang untuk menentukan kesembuhan pasien selain virus itu sendiri bahwa adanya penyakit penyerta (komorbid) yang ada di dalam tubuhnya. Sehingga virus itu dengan mudah menyebar.

"Sebagian besar yang menentukan sembuh cepat itu melihat komorbidnya. Namun, info terakhir dari WHO dalam kriteria pasien sembuh covid-19 diperbaharui. Dulunya minimalnya boleh pulang dua kali swab negatif dan sekarang cukup satu kali, dan pasien tanpa gejala sudah mudah sebenarnya pulang, setelah habis masa inkubasi atau 14 hari," katanya.

Gubernur Jambi Fachrori Umar menunjukkan daun sungkai yang diyakini bisa jadi obat Covid-19.
Gubernur Jambi Fachrori Umar menunjukkan daun sungkai yang diyakini bisa jadi obat Covid-19. (Tribun Jambi/Zulkifli)

Dikatakannya, jika dilihat dari masa inkubasi, virus corona berkembang mulai dari tangan, dan menyentuh bagian tubuh yang sensitif, seperti hidung, mulut dan mata, maka virus akan langsung merangsang dan mengganggu sistem imun tubuh. Pada saat itu, masuk ke tenggorokan bagian belakang hingga ke paru-paru bahkan ke sistem pencernaan.

"Masa ikunbasi virus corona, dihirup dari hidung dan bertemu di tenggorokan belakang. Jadi bila masuk virus, pertahanan imun di tenggorokan bekerja. Kalau  sudah masuk paru-paru sehingga parah, dan bisa meninggal dunia, dan ada juga masuk ke sistem pencernaan," ujarnya.

Untuk mengatasi itu, pihaknya sudah berupaya dengan menambahkan vitamin, gizi, dan terapi untuk melawan virus itu.

Sebab, obat pasti untuk virus tersebut saat ini memang belum ditemukan. Sedangkan untuk pemakaian obat lain seperti obat herbal Daun Sungkai, pihaknya memang belum menganjurkan karena masih terdapat efek samping.

Korban Salah Tangkap Anggota Polres Merangin Masih Kesakitan, Padahal Sudah Dibawa Berobat ke Jambi

Dapat Kiriman Foto, Gadis di Palembang Ini Marah Besar hingga Lapor Polisi Ternyata Ini Sebabnya

Indonesia Disebut Pusat Penularan Baru Covid-19, Yurianto Sarankan Masyarakat Harus Disiplin

"Daun Sungkai itu boleh, tetap resminya belum ada, ini masih dalam tahap penelitian. Diperbolehkan memang, tapi kita tidak menganjurkan karena beberapa masih ditemukan efek samping," ujarnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved